Selasa, 25 Mei 2010

Menjual melalui Telepon atau Kunjungan Mendadak

Adapted from content excerpted from the American Express® OPEN Small Business Network

Telepon atau kunjungan mendadak adalah telepon atau kunjungan kepada bakal calon yang tidak mengenal Anda. Tujuan dari cara ini adalah untuk menghimpun informasi mengenai bakal calon yang potensial, mendidik bakal calon tentang manfaat produk atau jasa Anda, dan dalam banyak hal, untuk membuat janji. Ada beberapa tantangan untuk melakukan cara ini dan mereka mencakup: rasa takut; melampaui asisten, sekretaris, dan penjaga gawang lainnya; menemukan kontak yang tepat; dan menemukan cara berusaha dengan cepat yang akan menjurus pada proses penjualan.

Beberapa petunjuk di bawah akan membantu Anda mengatasi tantangan ini:

Hindari Penjualan melalui Telepon atau Kunjungan yang Benar-benar Mendadak

Mintalah pelanggan yang ada sekarang untuk menyediakan daftar referensi dan kemudian gunakan nama-nama mereka untuk memperlancar telepon atau kunjungan Anda. Untuk memperoleh referensi, libatkan pelanggan dan nasabah Anda dalam percakapan yang akan membongkar referensi daripada hanya menanyakan nama dan nomor telepon. Misalnya, jika Anda bertanya kepada seseorang apakah mereka berminat membeli asuransi, ia mungkin berkata tidak karena tidak mengenal orang yang tepat untuk mengurusnya. Tetapi jika Anda bicara dengan orang mengenai mempunyai anak dan apakah teman-temannya juga punya anak, ia akan menyadari bahwa ia mengenal banyak orang yang tertarik untuk merencanakan masa depan ….yang mungkin menginginkan asuransi.

Terjunlah

Anda tidak akan pernah siap melakukan telepon atau kunjungan penjualan, jadi jangan menunggu untuk waktu yang tepat. Rasa takut Anda tidak akan pernah menghilang sepenuhnya karena mengantri dan mengundang penolakan tidak pernah menarik. Jadi daripada mencari alasan untuk menunda-nunda, lebih baik langsung terjun.

Berterusteranglah

Apakah Anda bicara dengan sekretaris, asisten atau bakal calon melalui telepon, berterusteranglah mengapa Anda meneleponnya. Perkenalkan diri Anda sendiri dan jelaskan maksud dari telepon Anda. Harap berlaku jujur dan ringkas. Orang jengkel dan curiga jika Anda tidak berterus terang mengenai mengapa Anda menelepon. Cari tahu apakah waktunya tepat untuk berbicara – jika ya, berikan informasi lebih banyak, jika tidak, tanyakan kapan waktu yang tepat untuk menelepon kembali.

Telepon Cepat dan Terlambat

Jika seseorang sulit untuk dijangkau, baik karena asisten atau sekertaris yang menjawab telepon atau masuk voice-mail kapan saja Anda menelepon, cobalah menelepon pada waktu yang tak biasa. Seorang bakal calon kemungkinan besar akan mengangkat teleponnya pada jam 8.00 pagi atau jam 6.30 petang. Lagi pula, kemungkinan besar mereka santai dan mempunyai waktu untuk bicara, karena mereka tidak sedang menghadapi tekanan dari jam 9.00 hingga jam 17.00 Jika Anda melakukan penjualan melalui telepon secara pribadi, barangkali petang hari lebih baik daripada menelepon pada waktu yang tidak umum.

Jangan Mengharapkan Orang Menelepon Anda Kembali

Anda tidak usah menunggu bakal calon Anda menelepon Anda kembali. Mereka mungkin tidak melakukannya, bahkan jika mereka tertarik. Jangan mengira bahwa kalau bakal calon mengatakan akan menelepon Anda kembali mereka benar-benar akan menelepon. Kesampingkan ego Anda dan hubungi mereka. Dan kapan Anda melakukannya, bersikaplah yang ramah, tidak peduli betapa jengkelnya Anda karena mereka tidak pernah menghubungi Anda kembali.

Jadilah Manusia

Kami mengenal tenaga penjualan yang tidak pernah berhenti untuk mengambil nafas selagi mereka membujuk kami mati-matian. Jangan lakukan ini. Itu tidak wajar, dan tidak ada gunanya. Orang membeli dari orang yang mereka sukai, yang mereka rasa memahami mereka dan bisnis mereka. Temui bakal calon Anda dengan mengajukan banyak pertanyaan dan dengan sungguh-sungguh tertarik dengan mereka.

Bicaralah Sedikit, Jangan Terlalu Banyak

Lakukan telepon tiba-tiba untuk menghimpun informasi mengenai kebutuhan bakal calon Anda. Tentu saja Anda perlu menyediakan informasi secukupnya mengenai manfaat produk atau jasa Anda agar membuat orang itu mau berbicara kepada Anda. Tetapi jangan bicara terlalu banyak. Jika Anda membujuk terlalu lama tanpa mencari tahu apa yang dipikirkan bakal calon Anda, Anda akan membuatnya pergi. Ajukan pertanyaan kepada bakal calon mengenai permasalahan dan kebutuhannya (Anda bahkan dapat menuliskan semua pertanyaan ini dimuka) dan dengarkan dengan seksama jawaban mereka. Kemudian tentukan manfaat dari informasi Anda dalam penanganan masalah dan pemenuhan kebutuhan tersebut. Cobalah untuk Melakukan Pertemuan Tatap Muka

Kalau orang minta Anda mengirimkan bahan bacaan, tanyakan apakah Anda boleh datang dan menyajikannya kepada orang tersebut dalam 15 menit. Cara ini mungkin akan lebih efisien bagi mereka untuk mempelajari bisnis Anda, karena dengan cara ini Anda dapat meringkas informasi dan menjawab pertanyaan mereka. Lagi pula, bertemu seorang secara tatap muka memanusiawikan hubungan dan akan memudahkan mereka untuk mengingat siapa Anda dan mengapa mereka membutuhkan produk atau jasa Anda.

Copyright © 1995-2008, American Express Company. All Rights Reserved.

Ingin Bisnis / Usaha / Produk Anda di Review?
Hubungi saya melalui email : surya26com@gmail.com atau kontak person yang tertera di sidebar, Saya siap memberikan review Bisnis / Usaha / Produk Anda. Semoga bisa memberikan manfaat dan sukses selalu untuk Anda.

Artikel Terkait

Blogger Pekanbaru kelahiran Medan, bukan apa-apa, cuma pengen belajar dan mengembangkan diri (bukan nggemukin)

Tinggalkan Komentar dan mari kita saling menjaga silahturahmi, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat..aminn
EmoticonEmoticon