Senin, 07 Maret 2011

Pintar berinvestasi emas



Emas, sudah umum dipakai oleh kebanyakan orang, ada yang menggunakan emas untuk investasi atau ada juga yang memang untuk berhias, namun pada dasarnya investasi emas sama dengan berhias sambil menabung. Namun pada umumnya orang memilih berinvestasi dalam bentuk emas untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan pertambahan nilai dari emas dinilai tidak terlalu besar dalam jangka pendek dibandingkan dengan investasi di bursa saham misalnya. Tapi ada periode-periode tertentu dimana investasi emas dalam jangka pendek menghasilkan return yang lebih tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan investasi di bursa saham dan deposito atau obligasi. Sebagai contoh, dari awal September hingga pertengahan oktober 2009, harga emas telah naik lebih dari 10%. Nilai ini jauh lebih tinggi dari keuntungan yang bisa diperoleh dari deposito misalnya. Mengingat pada saat yang sama, suku bunga SBI dipatok hanya sebesar 6,5% per tahun. Jadi keuntungan dari investasi emas dalam satu bulan pada periode tersebut masih lebih tinggi daripada keuntungan yang bisa didapat dari deposito selama satu tahun.

Walau demikian, kita mesti menyadari bahwa harga emas pun tidak selamanya naik. Ada masa-masa tertentu pula dimana harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Berikut ini grafik perubahan harga emas selama sepuluh tahun terakhir.



Dari grafik diatas kita bisa melihat bahwa walaupun harga emas bisa naik dan turun, tetapi dalam jangka panjang selalu memiliki kecenderungan untuk meningkat. Harga emas saat ini telah mengalami kenaikan lebih dari 300% dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Kalau kita rata-ratakan, berarti harga emas telah mengalami kenaikan lebih dari 30% tiap tahun.
Nilai kenaikan ini jelas lebih tinggi dari tingkat rata-rata inflasi di Indonesia pada periode yang sama. Jadi jelas lah bahwa emas memang terbukti bisa menjadi sarana yang baik bukan hanya untuk menghindari inflasi, tetapi juga menjadi sarana investasi yang menguntungkan.

Berikut ini beberapa keuntungan dari memilih emas sebagai sarana investasi:

1. Tidak Ada Counterparty Risk Dalam Emas.
Ketika Anda memegang Emas, Anda memegang Tangible Asset yang tidak tergantung pada orang lain. Tangible Asset dalam genggaman Anda ini menjadi semakin penting pada saat krisis keuangan melanda. Tanyakan pada orang yang menaruh uang di Lehman Brothers (Amerika) misalnya. Juga pada orang yang mengalami krisis finansial yang serius di negaranya, maka Anda akan tahu betapa pentingnya Tangible Asset berupa Emas ini.

2. Konsistensi Daya Beli.
Katakanlah harga Emas turun dari US$ 1.000/oz menjadi US$ 500/oz, pastilah harga komiditi yang lain seperti gandum, minyak, dsb juga ikut turun. Statistik berabad-abad (dalam Islam sudah terbukti lebih dari 14 abad) menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara harga Emas dengan harga komoditi-komoditi yang dibutuhkan manusia.
Jadi seandainya harga Emas turun, Anda juga tidak mengalami penurunan dalam kekayaan Anda, karena Anda akan tetap dapat membeli barang-barang sama banyaknya seperti ketika harga Emas sebelum turun. Makanya Emas disebut ZERO INFLATION. 

3. Tidak Tergantung Pada Keputusan Pemerintah.
Beda dengan Uang Kertas yang nilainya bergantung pada keputusan pemerintah dan birokrat masing-masing negara, Emas nilainya sama sekali tidak bergantung mereka. Dengan memegang emas, Anda tidak perlu mencemaskan keputusan Pemerintah Anda tentang suku bunga dan sejenisnya.

4. Asset Yang Berada Di Luar Sistem Perbankan.
Dengan Emas Anda berkesempatan untuk memiliki aset yang di luar pengaruh sistem perbankan sama sekali. Kita tahu bahwa perbankan di seluruh dunia tanpa terkecuali negara maju sekalipun selalu dihantui krisis dari waktu ke waktu. Dengan Emas Anda akan terbebas dari pusaran krisis perbankan yang bisa muncul kapan saja dan di mana saja.

Keuntungan lainnya berinvestasi emas: 

1. Perlindungan Nilai Asset
Bila Inflasi tinggi, harga Emas akan naik lebih tinggi. Semakin tinggi Inflasi, semakin tinggi kenaikan harga Emas. Jika kurs Dollar naik, harga Emas juga akan naik. 

2. Sarana Menabung Paling Efektif Untuk Tujuan Tertentu.
Karena harga Emas berkembang menurut kenaikan Inflasi, maka Emas aman dipakai sebagai sarana menabung untuk keperluan Naik Haji, Pernikahan, Uang Muka Rumah maupun Pendidikan Anak.

3. Emas gampang diperoleh dan sangat liquid
Emas mudah untuk dibeli dan dijual kembali dimana saja. Harga emas di seluruh indonesia juga relatif sama. Kita bisa membeli emas di jakarta dan dijual kembali di Makasar dengan harga yang sama.

Nah jadi tunggu apalagi, daripada kita menghambur-hamburkan uang, mendingan kita belikan emas untuk investasi jangka panjang. Betul Tidak?

Ingin Bisnis / Usaha / Produk Anda di Review?
Hubungi saya melalui email : surya26com@gmail.com atau kontak person yang tertera di sidebar, Saya siap memberikan review Bisnis / Usaha / Produk Anda. Semoga bisa memberikan manfaat dan sukses selalu untuk Anda.

Artikel Terkait

Blogger Pekanbaru kelahiran Medan, bukan apa-apa, cuma pengen belajar dan mengembangkan diri (bukan nggemukin)

3 komentar

Betul juga ya ...
tks infonya , menarik sekali

wah...emas ya....
benda yang langka kalau buat saya itu, Mas..he..he..

Terimakasih banyak atas infonya...

Benar shob .. kita bisa investasi dalam bentuk emas ... trend harganya selalu naik ..

Tinggalkan Komentar dan mari kita saling menjaga silahturahmi, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat..aminn
EmoticonEmoticon