Selasa, 29 Januari 2013

Fakta menyedihkan dibalik lampu merah kota metropolitan

Fakta menyedihkan dibalik lampu merah kota metropolitan - suryapost.com
Blog for Fun and Learning - Kenapa ya ada yang tega mengeksploitasi anak nya sendiri. saya tidak habis pikir, ini sebuah pengalaman nyata ketika saya turun kejalan, disebuah sudut kota yang banyak sekali hilir mudik kendaraan datang dan pergi silih berganti. semuanya nampak dalam kehidupan dan kesibukan masing-masing. Ketika itu di siang yang teramat panas, saya duduk di sebuah gardu tua yang sudah lama tidak terurus lagi. Saya duduk sendiri yang memang kali itu adalah pengalaman pertama saya. Tidak perlu saya sebutkan apa yang saya lakukan disana. tapi satu hal yang membuat saya sangat terharu.

Dunia ini seperti terbalik, si anak sibuk mencari nafkah si bapak asyik bermain domino di sebuah tempat yang tak jauh dari tempat si anak yang meminta-minta di pinggiran jalan lampu merah. Sayapun bertanya dalam hati, kemana si emaknya kok gak ada. saya terus mengamati dengan rasa penasaran saya, dari jauh saya melihat seorang ibu tua yang bekerja membersihkan kaca mobil yang berhenti karena lampu merah. Ya tuhan, lusuh sekali ibu itu, pakaiannya yang nampaknya seminggu sekali baru ganti, begitu juga si anak yang baju seragam merah putih yang masih melekat dengan tas kecil di punggungnya, hitam legam karena panas terik matahari.

Saya semakin penasaran, berlagak dan bertingkah seperti layaknya tim penelusuran yang melakukan pengintaian secara diam-diam, jam pun sudah menunjukkan pukul 5 sore, si anak dan si ibu yang lusuh tadipun berkumpul di mana sang bapak yang menurut saya "tidak punya hati nurani" itu menunggu. Seperti layaknya seorang juragan yang dengan penuh semangat meminta setoran kepada anak buahnya. si Bapak tadi pun dengan sigap memeriksa semua kantong anak dan istrinya itu.

Maaf, saya bukan menguping, tapi jaraknya memang terlalu dekat dan saya mendengar semua perkataan yang dikatakan si bapak tadi. "gimana sih, kalian ini kok makin lama makin menurun gini semangatnya, biasanya satu hari bisa dapat seratus ribuan perhari" kok sekarang cuma 50rb saja? apa yang kalian lakukan disana". ya ampun...dalam hati saya. tuh bapak bukannya sakit, badannya sehat dan segar bugar, kenapa tidak bekerja menafkahi keluarganya, malah memanfaatkan wajah belas kasihan si ibu yang membersihkan kaca mobil yang sedang berhenti di lampu merah dan juga si anak yang dengan seragam merah putihnya, meminta-minta belas kasihan si pengemudi kendaraan. Bener-bener sosok pria yang tidak bertanggung jawab.

Coba saja mereka mau bekerja sama, saling bahu membahu, dengan menghasilkan 100rb perhari, mestinya hidupnya sudah lumayan berkecukupan, hampir sama tuh dengan gaji karyawan di perusahaan swasta, malah bisa lebih besar. tapi kok masih tetap meminta-minta.

Ini seperti sebuah fenomena, banyak orang yang mengandalkan belas kasihan orang untuk meraup keuntungan dengan mudah tanpa harus bersusah payah mencari pekerjaan yang memang sangat sulit. ada juga anak muda yang sehat, segar bugar, malah menuntun orang tuanya yang buta dan tak bisa melihat untuk meminta-minta.. kemana aja tuh anak muda. malah membuat orang tua susah. yang muda itu harusnya lebih bisa bekerja keras membantu orang tuanya, bukan malah memanfaatkan kelemahan orang tuanya untuk meraup keuntungan.

Yang satu ini juga pemandangan yang mengerikan, segerombolan anak muda yang katanya "punk" itu pesta minuman keras, padahal jaraknya dengan pos polisi cuma beberapa meter saja. memang sedikit cerdik. minuman keras tersebut di tuang dalam botol air mineral. jadi biar gak kelihatan. padahal jelas-jelas saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Segerombolan pemuda tadi kedatangan seseorang yang tiba-tiba turun dari mobil. membawa bungkusan yang isinya ntah apa. lalu di jumpai semua "anak punk" tersebut. rupanya adalah utusan perusahaan tertentu untuk menyebarkan brosur di lokasi lampu merah tersebut. mereka semua kelihatannya menerima bayaran dari orang tadi. tak lama setelah si pemilik brosur menyerahkan sejumlah uang kepada "anak punk" tadi untuk di percaya menyebarkan brosur mereka. eh tuh brosur malah di pendam dalam tanah semua dan tak ada satupun yang disisakan. kasian banget tuh si bapak pemilik brosur, kena tipu mentah-mentah sama "anak punk".

Kenapa sih banyak penghuni lampu merah kota metropolitan adalah kebanyakan dari kaum remaja yang masih sehat dan segar bugar, juga beberapa lansia yang betul-betul seperti sebuah asas manfaat. Memanfaatkan kondisi fisik untuk meraih keuntungan. ini tidak benar. ini merupakan fakta menyedihkan dibalik lampu merah kota metropolitan. saya yakin, kalian yang sering melintasi lampu merah pasti pernah atau bahkan sering melihat fenomena lampu merah itu kan? (surya/sp)

Ingin Bisnis / Usaha / Produk Anda di Review?
Hubungi saya melalui email : surya26com@gmail.com atau kontak person yang tertera di sidebar, Saya siap memberikan review Bisnis / Usaha / Produk Anda. Semoga bisa memberikan manfaat dan sukses selalu untuk Anda.

Artikel Terkait

Blogger Pekanbaru kelahiran Medan, bukan apa-apa, cuma pengen belajar dan mengembangkan diri (bukan nggemukin)

5 komentar

jika lewat dilampu merah sedih jengkel jadi campur aduk bang

hal ini bukan hanya terjadi di Jakarta kawan, bahkan hampir di semua kota-kota yang ada di Indonesia... :)

banyak orang mengemis karena malas....
mereka terbiasa meminta dan berbuat bukan dari kaki atau jeripayah.. tapi cuman meminta ja..ga usaha...
yah..walo mengemis itu jga usaha..

Memang menyedihkan kalau lihat hal seperti itu...
Makin banyak generasi "Pemalas" di negeri ini.
hmmm...hanya bisa berdo'a saja semoga segala persoalan negeri ini bisa cepat berlalu... :)

duh kasihan sekali fakta di balik lampu merah :( , tapi denger 2 banyak berita yang bilang penghasilnya pengamen dan pengemis itu juga lumayan tinggi lhoo

Tinggalkan Komentar dan mari kita saling menjaga silahturahmi, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat..aminn
EmoticonEmoticon