Kamis, 01 Mei 2014

MayDay : Dari 20 jam kerja menjadi 8 jam kerja setelah ratusan orang di tembaki membabi buta

Hari buruh may day - suryapost.com
Selamat hari buruh sedunia, harinya para pekerja, harinya para jawara yang setiap harinya sibuk bekerja. Asyeekk...hari ini kita resmi diliburkan, kita diberi kebebasan untuk merayakan dan memperingati hari perjuangan para buruh terdahulu, yang dengan mental baja dan semangat membara memperjuangkan nasib buruh hingga menjadi lebih baik seperti yang kita rasakan sekarang ini. Taukah sampean, kenapa 1 mei itu diperingati sebagai hari buruh sedunia?, kenapa ada hari buruh?.

Perjuangan sampai Mati demi kemanusiaan.

Pernahkah kita bayangkan jika saat itu di tahun 1806 kita bekerja satu hari 19 sampai dengan 20 jam sehari, sedangkan sehari itu hanya 24 jam, maka bisa dibayangkan sisanya yang 4 jam itu untuk apa?, mau pergi jalan jalan pun tak sempat karena badan capek, apalagi untuk urusan-urusan lain. itulah yang terjadi pada nasib buruh 2 abad yang lalu. Banyak sekali hak-hak buruh tergadaikan demi sesuai nasi, ketidakmanusiaanpun terjadi dimana-mana, kesewenang-wenangan perusahaan dan kondisi ekonomi pada masa itu. Berkat perjuangan 2 orang relawan yang menggas aksi solidaritas para buruh untuk memperbaiki nasibnya. dia itu adalah Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja di Amerika Serikat yang sangat perduli dengan para buruh, habis-habisan memperjuangkan tanpa menyerah.

Singkatnya pada tgl 1 mei 1886 terjadilah demo besar-besaran selama 4 hari berturut-turut hanya menuntut delapan jam sehari. Peristiwa ini pun telah menelan ratusan nyawa pekerja yang ditembaki secara membabi buta oleh kepolisian Amerika Serikat, juga termasuk pemimpin para demonstran yang ditangkap dan di hukum Mati. dan saat bersamaan itu di berbagai negara juga terjadi pemogokan-pemogokan serentak, dan sempat melumpuhkan perekonomian. Mereka hanya menuntut perlakuan yang adil dari para pemilik modal.

Sejak aksi 1 Mei 1886 itu, pada bulan juli 1889 akhirnya di putuskan bahwa jam kerja buruh ditetapkan sebanyak 8 jam kerja sehari.

Peringatan Hari buruh di Indonesia.

Keputusan ini memang tidak semua berjalan mulus dibeberapa negera, bahkan banyak juga yang menentang.untuk peringatan hari buruh, di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak 1920, namun sejak pemerintahan orde baru, peringatan hari buruh (Mayday) di tabukan dan tidak boleh dirayakan. Alasannya karena pemerintahan orde baru menganggap hari buruh itu dikonotasikan sebagai ideologi komunis. yang juga dihubung-hubungkan dengan gerakan G30S. Ini sungguh gak nyambung. antara hari buruh dengan paham komunis.

Sejak berakhirnya order baru, barulah diperingati lagi hari buruh 1 mei sebagai hari buruh nasional. Meski memang belum dijadikan sebagai hari libur. Baru setelah tahun 2013 ini, Indonesia telah menetapkannya sebagai hari libur. Kekhawatiran akan gerakan dan peringatan hari buruh hanya akan menimbulkan kerusuhan ternyat tak pernah terbukti.

10 Tuntutan hari buruh nasional 

Berdasarkan sumber yang saya dapat dari berbagai media online, ada beberapa tuntutan yang disiapkan untuk MayDay tahun ini antara lain :
  1. Menaikkan upah minimum buruh sebanyak 30% untuk tahun 2015 yang akan datang
  2. Menolak penangguhan upah minimum 
  3. Menjalankan program jaminan pensiun bagi buruh dan perusahaan swasta di seluruh Indonesia. 
  4. Menjalankan program jaminan kesehatan bagi seluruh buruh dan anggota keluarga 
  5. Menghapuskan program outsourching BUMN
  6. Mengesahkan RUU Pekerja rumah tangga serta Melakukan revisi terhadap UU Perlindungan tenaga kerja Indonesia
  7. Mencabut UU Organisasi Masyarakat dan mengganti dengan RUU Perkumpulan.
  8. Mengangkat pegawai dan guru honorer untuk menjadi pegawai negeri Sipil dan memberikan subsidi Rp.1.000.000 per orang setiap bulannya dari APBN untuk para Honorer.
  9. Menyediakan transportasi publik dan perumahan yang murah untuk para buruh.
  10. Menjalankan wajib belajar 12 tahun dan menyediakan beasiswa untuk anak buruh hingga ke perguruan tinggi.
Wah...tuntutan di atas tentunya membuat para pengusaha dirundung galau, setiap tahun banyak dan ada saja tuntutan baru yang di sampaikan, dan yang paling gak pernah absens adalah tuntutan kenaikan upah minimum. Akankah setiap tahun tuntutan demi tuntutan akan menjadi beban tersendiri bagi para pengusaha?

Buang saja hari buruh, ganti dengan hari Entrepreneur sendunia.

Presiden datang silih berganti, Ekonomi semakin hari semakin sulit, pekerjaan semakin susah di cari, setiap tahun semakin banyak sarjana dijalanan membawa surat lamaran dan belum juga di terima.Tuntutan perusahan yang setiap tahun juga semakin tinggi hingga terus memaksa melakukan reduce di segala sisi, termasuk pengurangan karyawan besar-besaran.Penghapusan jam lembur, pengurangan hak-hak kesehatan dan kesejahteraan. Ini merupakan timbal balik dari tuntutan buruh yang terus terus di gencarkan setiap tahunnya. Sudah barang tentu, bisa dipastikan Hari buruh merupakan hari yang paling dibenci oleh para pengusaha. 

Nah, bagaimana kalau seandainya hari buruh itu di buang saja, di ganti dengan hari Entrepreneur sedunia, hari dimana tidak ada tuntutan-tuntutan yang memberatkan dan merugikan salah satu pihak, hari dimana kebanyakan buruh telah memerdekakan dirinya dengan menjadi entrepreneur, menciptakan lapangan kerja dimana-mana, Memberantas kemiskinan dan tentunya meningkatkan kesejahteran bangsa. Hal ini mungkin saja bisa terjadi seandainya :
  1. Adanya penambahan mata pelajaran entreprenur dari mulai sekolah dasar hingga Perguruan tinggi, sehingga diharapkan tidak ada lagi sarjana yang bekerja di perusahaan besar. dan kalau pun ada, tentunya dengan harga jual yang tinggi. Sarjana yang tecipta penuh dengan semangat berwirausaha, dan tidak pernah punya mainset "tamat kuliah kerja di perusahaan besar".
  2. Adanya program pemerintah untuk terus memberikan kemudahan warganya yang ingin menjadi pengusaha atau entrepreneur baik dengan memberikan fasilitas pinjaman dengan bunga yang rendah, atau dengan mengalokasikan APBN untuk bidang entrepreneur.
  3. Untuk perusahaan buat program CSR nya semacam pengembangan dan pendidikan serta pelatihan entreprenur dan kewirausahaan. Sehingga bisa menekan pertumbuhan pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan. 
Nah tiga itu saja saya rasa sudah cukup mewakili. Jika semua itu bisa berjalan, tentunya orang yang bekerja di perusahaan adalah orang-orang yang memiliki nilai jual tinggi. Karena tidak semua orang mau bekerja di perusahaan. dan mainsetnya berubah "lebih baik kecil diperusahaan sendiri, daripada besar diperusahaan orang".

Akankah kita terus turun kejalan menuntut sesuatu yang belum tentu bisa memperbaiki taraf hidup kita ataukah segera kita beralih kuadran baru dengan memegang prinsip sukses dunia akhirat dengan menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur, yang notabene lebih mulia di dunia dan dimata tuhan, yuk mulai sekarang kita pikirkan lagi...... Semoga buruh di dunia ini hidupnya lebih sejahtera lagi. amiiinn....

Sumber : wikipedia, hati nurani
gambar : nyobain aplikasi android Auto desk skecth pro

Ingin Bisnis / Usaha / Produk Anda di Review?
Hubungi saya melalui email : surya26com@gmail.com atau kontak person yang tertera di sidebar, Saya siap memberikan review Bisnis / Usaha / Produk Anda. Semoga bisa memberikan manfaat dan sukses selalu untuk Anda.

Artikel Terkait

Blogger Pekanbaru kelahiran Medan, bukan apa-apa, cuma pengen belajar dan mengembangkan diri (bukan nggemukin)

1 komentar yang sudah masuk...

Jadi tau nih sejarah penetapan hari buruh.. Rupanya hari buruh sedunia ya... Thanks bro...atas infonya...

http://www.rantaupos.com/2014/05/wah-foto-jepretan-kemarin-siang.html

Tinggalkan Komentar dan mari kita saling menjaga silahturahmi, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat..aminn
EmoticonEmoticon