Jumat, 27 Juli 2018

Begini Cara Tepat Disiplinkan Anak Tanpa Kekerasan



Pada usia prasekolah, mendisiplinkan anak sudah seharusnya diterapkan. Karena pada usia ini anak sudah mulai memiliki kegemaran kegiatan menyenangkan yang fokus akan dirinya sendiri. Misalnya , senang mengutak atik hobinya menggambar, menonton televisi, main gadget dan lain sebagainya. Saking senangnya, anak hampir lupa waktu untuk tidur, makan, mandi, dan lain sebagainya. Pada masa ini anak memang masih belum paham mengenai waktu, untuk itu perlu bagi kita sebagai orang tua mengingatkan. Anak masih dalam tahapan belajar untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan aturan di lingkungannya. Bagaimana cara mendisiplinkan waktu dan hal lainnya yang tepat untuk anak – anak di usia pra sekolah ? Dibawah ini akan disajikan beberapa contoh nyata yang sering terjadi berikut dengan  solusi yang harusnya dilakukan.

Mengingatkan dengan Sabar

Sabar merupakan kunci yang sangat penting ketika mendisiplinkan anak. Ketika anak sedang asyik menonton tv atau melakukan hobinya sampai lupa untuk makan atau mandi. Tentu kita harus mengingatkannya dengan cara yang tepat. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang kurang paham akan hal ini. Sebagian besar dari mereka memerintahkan anak untuk menghentikan kegiatannya. “ dek udahan dulu ya menggambarnya, sekarang waktunya mandi !” Bila anak menolak, para orang tua cenderung memaksa. Hal ini hanya akan membentuk anak menjadi tidak memiliki otoritas terhadap dirinya sendiri. Karena anak tidak memiliki kemampuan untuk memutuskan apa yang ia prioritaskan sehingga di masa mendatang ia akan kesulitan menentukan prioritas hidupnya. Solusi : Sampai saat ini memang orang tua yang selalu membuatkan jadwal harian untuk anaknya. Seperti jadwal mandi di pagi dan sore hari, makan hingga tidur. Mengapa tidak memberikan anak kesempatan untuk membuat jadwalnya sendiri.

Dengan cara ini, anak akan merasa percaya diri dengan kegiatannya. Meskipun anak masih melakukan aktivitas lain yang tidak sesuai jadwalnya. Kita bisa memberikan pengertian. Dengan mengingatkannya. Bila mereka masih mengulur waktu. Ingatkan bahwa mereka sendiri yang membuat jadwalnya maka mereka harus mematuhinya. Kemudian berikan tenggang waktu yang tidak terlalu lama.

Melarang Anak Berbuat Sesuatu

Keselamatan dan kebaikan sang anak tentu harus selalu diutamakan. Ketika anak melakukan hal yang salah atau berbahaya tentu kita harus memperingatinya dengan bijak. Sayang, pada umumnya orang tua hanya memberikan peringatan untuk tidak melakukannya tanpa memberikan pengertian atau alasan mengapa mereka tidak boleh melakukannya.

Contoh : anak memakai gunting yang besar dan tajam, untuk memotong – motong kertas. Kalau kita orang tua yang gregetan pasti langsung melarangnya dengan nada tinggi “ dek, jangan main pakai gunting itu, ini bukan mainan!”

Solusi : larang anak dengan memberikan penjelasan yang rinci bila perlu praktikan agar anak percaya. Di usia pra sekolah anak cenderung memiliki keingin tahuan yang tinggi. Ketika kita hanya menjawab “ jangan pakai gunting ini bahaya, pakai yang kecil saja !”

Anak akan semakin ingin tahu, bahaya apa yang akan terjadi jika menggunakan guntingnya, sangat besar kemungkinan anak mencuri – curi kesempatan untuk menggunakannya tanpa sepengetahuan kita.

Lebih baik bila kita memberikan penjelasan dan memberi tau bagaimana cara yang baik untuk menggunakannya. Dibandingkan dengan anak menggunakannya tanpa sepengetahuan kita.
“ dek gunting yang ini tajam, bagian ini sangat tajam, jadi adek harus hati – hati memakainya. Adek boleh pake ini tapi cara pakainya seperti ini”

Dengan penjelasan ini anak akan lebih mengerti, sehingga ia akan percaya diri menggunakan benda tajam tersebut karena sudah memiliki control yang baik.

Anak tidak terbiasa memilih

Pada usia balita anak – anak memiliki keinginan untuk melakukan berbagai kegiatan sendiri. Mereka ada di tahap untuk menunjukkan siapa dirinya. Kemampuan kognitif anak cenderung meningkat lebih tinggi untuk melakukan semua hal sendiri. Karena masih dalam tahap belajar, kita harus membimbingnya. 

Akan lebih baik bila orang tua memberikan pilihan – pilihan untuk diputuskan sendiri oleh anak, agar mereka dapat belajar untuk bertanggungjawab. Namun sebagian besar orang tua justru melakukan sebaliknya. Segala sesuatu diputuskan dan dipilihkan oleh orang tua tanpa melibatkan anak. Sikap ini sangat tidak baik. Setelah besar nanti anak cenderung tidak bisa menentukan pilihan yang tepat karena selalu mengikuti apa yang diperintahkan atau dipilihkan orang tuanya.

Solusi : Berikan mereka kepercayaan untuk memilih sendiri, tentunya pilihan ini bukan pilihan yang berbahaya. Misalnya saja ketika menentukan menu makan di restoran. Atau memilih baju untuk pergi jalan – jalan.

Memberikan anak kesempatan untuk memilih bukan hanya mengajarkan mereka untuk lebih mandiri. Namun juga membuat anak merasa lebih dihargai serta percaya diri dengan keputusan atau pilihannya.

Itulah beberapa contoh kasus mendisiplinkan anak yang sering terjadi di lingkungan kita. Solusi diatas bisa diterapkan secara perlahan dengan Bahasa yang lembut. Perhatikan anak ketika ia sedang berbicara atau mengungkapkan pendapatnya, agar ia merasa percaya diri dan dihargai. Berikan kesempatan anak untuk mengungkapkan pendapat dan pilihannya.

PEMESANAN PRODUK EDUKASI ANAK MUSLIM 
PT.TIGARAKSA SATRIA. Tbk
HP/WA : 081378727220

Ingin Bisnis / Usaha / Produk Anda di Review?
Hubungi saya melalui email : surya26com@gmail.com atau kontak person yang tertera di sidebar, Saya siap memberikan review Bisnis / Usaha / Produk Anda. Semoga bisa memberikan manfaat dan sukses selalu untuk Anda.

Artikel Terkait

Blogger Pekanbaru kelahiran Medan, bukan apa-apa, cuma pengen belajar dan mengembangkan diri (bukan nggemukin)

Tinggalkan Komentar dan mari kita saling menjaga silahturahmi, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat..aminn
EmoticonEmoticon