Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Kata-kata Cinta Romantis Suami Buat Istrinya

kata kata romantis
Kata-kata cinta romantis suami buat istrinya memang harus diucapkan untuk menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Seperti yang kita ketahui, para istri umumnya ingin mendapatkan hal-hal yang berbau romantis dari sang suami. Sebab, jika Anda termasuk orang yang tidak romantis, Anda harus terus berwaspada agar istri tercinta tidak berpaling ke PIL (Pria Idaman Lain).

Biasanya setiap istri memang membutuhkan kata-kata cinta romantis yang diucapkan oleh suami mereka. Oleh karena itu, untuk Anda para suami, tak ada salahnya bukan untuk mengucapkan kata-kata romantis untuk membahagiakan istri tercinta? Kata-kata cinta romantis suami buat istrinya yang bisa kita contoh diantaranya adalah :

  • Tuhan itu sangat baik yah. Ketika aku mendambakan sekuntum bunga mawar, Ia justru memberikan sebuah taman bunga yang megah. Aku hanya meminta setetes embun, tapi Ia memberiku samudera luas. Aku mengharapkan seorang pendamping yang biasa, tapi Ia memberikan seorang malaikat seperti kamu.
  • Aku tak ingin menulis namamu di white board dengan spidol, karena dapat dihapus. Aku tak ingin mengukir namamu di pantai, karena ombak bisa menyapunya. Maka dari itu, biarkan aku menancapkan namamu di hatiku supaya tak akan ada yang bisa menghapusnya lagi.
  • Kekasihku, Shinta-ku, malaikat-ku, belahan jiwa-ku, sayang-ku, menikahimu adalah hal termulia di dalam hidupku.
  • Selama jantungku masih berdetak, selama mataku masih terbuka, dan selama aku masih dapat bernafas di dunia, aku akan selalu mencintaimu selalu.
  • Mengenalmu adalah anugerah terindah, hidup di sisimu adalah suatu kebahagiaan, membahagiakan dirimu adalah tujuan utama kehidupanku.
  • Bagi malam, bintanglah yang tercantik. Bagi bunga, kumbang-kumbang yang tercantik, tapi bagiku, hanya kamulah yang tercantik
  • Aku rela menjadi lilin, untuk dapat menerangi hatimu. Aku rela menjadi payung, untuk dapat melindungi tubuhmu. Dan aku rela menjadi security untuk menjaga dirimu selama 24 jam nonstop.
  • Cinta kita ibarat sepatu, meskipun berbeda bentuk namun saling melengkapi. Cinta kita ibarat lem dan amplop yang saling membutuhkan. Cinta kita ibarat air terjun yang mengalir dan takkan pernah berakhir.
  • Hatimu ada satu, begitu juga hatiku. Jadi, jika satu hatimu ditambah dengan satu hatiku berapa jawabannya? Jika kamu menjawab dua, itu salah. Sebab hatimu dan hatiku akan menjadi satu untuk selamanya.
Nah, sekian dulu ya..sharing dari saya, semoga para suami tetap romantis kepada istrinya sampai kapanpun, dimanapun. Dan sering seringlah kasih surprise buat istri. biar dia makin sayang... Saya sering cari barang bagus untuk saya hadiahkan untuk istri saya, biasanya saya belinya di toko online, boleh kasih hadiah Pakaian yang cantik nang anggun, Tas keren dan elegan, Sepatu yang berkelas , Hijab bagi yang muslim, atau aksesoris wanita lainnya.

Dijamin..istri bakal makin nampol, nemplok, atau lengket kayak lem alteco...

    Senin, 14 Januari 2013

    11 Ciri-ciri istri yang mencintai suami

    11 ciri-ciri istri yang mencintai suami - suryapost.com
    Ciri-ciri istri yang mencintai suami - Kehidupan rumah tangga itu seperti sebuah nahkoda kapal yang di kemudikan berdua, Kehidupan yang dijalani hari perhari merupakan sebuah sarana pendekatan bersama pasangan secara naluri dan emosional. Saling mencintai, saling menyayangi. saling memberi dan saling menerima. Jika seorang suami mencintai istrinya maka dia akan sangat menjaga kehormatan dan harga diri istrinya, melindungi, menafkahi dengan penuh cinta dan kasih sayang serta memberikan rasa nyaman dan aman bagi istri. Begitu juga sebaliknya, apabila istri mencintai suami, maka dia akan manjadikan rumahnya sebagai sebagai surga buat mereka berdua (suami istri), menjadikan manis pahit kehidupan yang dijalani menjadi lebih indah nah apakah anda tau bagaimana ciri-ciri istri yang mencintai suami?

    1. Istri lebih memperhatikan penampilan, kecantikannya serta riasannya.
    2. Istri sangat senang menyebut-nyebut serta membanggakan suaminya dihadapan orang lain.
    3. Istri nyaris selalu mematuhi, menaati dan menuruti apa yang diperintahkan suami dan yang dinginkan suami
    4. Istri akan senang dicemburui suaminya, karena ini adalah tanda cinta sang suami kepadanya.
    5. Mencurigai dan mencemburui suaminya pada wanita-wanita yang dekat dengannya.
    6. Pikirannya selalu terisi oleh suaminya, kemanapun dan dimanapun. ada perasaan khawatir, cemas, takut, was-was dan selalu berharap suaminya akan baik-baik saja.
    7. Akan berusaha lebih keras lagi untuk mencintai dan membahagiakan dan melayani suami lebih dari pada waktu masih pacaran dulu.
    8. Istri akan lebih cenderung mempercayai suaminya lebih mudah dibandingkan dengan mempercayai orang lain.
    9. Istri memaafkan suami yang dicintainya jika sang suami telah melakukan kesalahan pada nya
    10. Istri selalu tulus mencintai suaminya dan sedikitpun tak pernah berfikir untuk menghianatinya.
    11. Biasanya jika level atau tingkatan suami lebih tingii dari padanya suami biasanya meningkatkan levelnya. tapi jika levelnya yang lebih tinggi dari pada suami biasanya dia akan berusaha turun dari level suaminya. dia tak akan pernah membuat suaminya merasa lebi hrendah daripadanya. Istri yang ingin berbahagia bersama suaminya harus berusaha menampakkan diri lebih rendah dari pada sang suami.
    Nah jika kamu sudah punya istri, akankah ciri-ciri istri yang mencintai suami sudah ada pada istrimu?.Semoga kehidupan rumah tangga kita semua selalu mendapatkan kebahagiaan. (surya/sp)

    Sabtu, 08 Januari 2011

    Kiat memilih jodoh

    SuryaPost.com - banyak orang yang berfikir, bagaimana sih mencari jodoh yang ideal, Lewat kajian tentang relasi suami istri, beberapa pakar sosiologi telah menyarikan sepuluh  pedoman yang dapat menjamin kecermatan dalam memilih jodoh.
          1.Menentukan karakteristik pribadi yang disukai dan tidak disukai terlebih dulu. Kenali sifat-sifat yang menyenangkan mu. Lupakan pikiran kekanak-kanakan yang biasa mengiringin dan melekat erat di pikiran, seperti wanita harus cantik atau laku-laki harus kaya. Ingat, yang sedang enaku lakuakn adalah memilih jodoh untuk hidup bahagia bersamanya, bukan sengsara bersamanya. Ingat juga, pilihan ini berlaku untuk selama-lamanya, bukan untuk rentang waktu yang singat atau sementara. Karena pernikahan itu idealnya sekali untuk selamanya. low mau nikah lagi, kawin lagi, nikah lagi, kawin lagi kasian dong ntar orang gak kebagian jatah.. heheh


    2.   Percaya pada disi sendiri alias percaya diri. Kalau kita tidak percaya diri maka percayalah kalau kita akan sulit menemukan jodoh yang cocok denganmu. Jangan biarkan kegagalan masalalu menjadi penghalang, ingat, enakau adalah manusia yang pantas mendapatkan kesempatan yang terbaik  dalam kehidupan.

    3.   Buka matamu dengan baik untuk memperhatikan orang-orang di sekitar. Boleh jadi diantara mereka ada yang cocok dengan mu, ada yang sesuai dengan keinginannmu, bisa jadikan teman dekatmu bisa menjadi pasangan hidupmu kelak. Tak ada yang mustahil bagi Allah SWT untuk memberikan jodohnya kepada semua umatnya. Jangan tergesa gesa menyatakan perasaan dan menyatakan komitment kepada seseorang, kecuali memang sudah bener bener cocok dan ada kesepahaman antara dirimu dengan orang tersebut.

    4.   Jangan teruskan hubngan dengan orang yang tidak menghormati dan memahamimu. Ini sama dengan mnipu diri sendiri dan membuang-buang waktu. Tapi ingat, putuskan lah dengan baik baik. Jangan memutus tali silahturahmi kepada orang tersebut apalagi menyakiti perasaannya.
    5.   Jangan menanti cinta datang sendiri, tapi jangan tergesa gesa mengikat hubungan dengan orang yang tidak engkau cintai hanya untuk menepis kesendirian dan kesepian, karena kesendirian lebih baik daripada berhubungan dengan teman yang buruk. 

    6.   Teman yang baik, lebih baik daripada kesendirian. Berusahalah menjaln persahabatn yang baik untuk meluaskan pengalaman. Sebab, hidup adalah rangkaian pengalaman.

    7.   Jangan melangkah ke jenjang pernikahan segera, setelah hubungan yang gagal. Berikan tenggang waktu untuk dirimusampai mentalmu stabil kembali sehingga engkau dapat memilih secara lebih baik.

    8.   Jangan berpikiran bahwa orang takkan mencintaimu karena engkau tidak sempurna atau tidak semenarik orang lain. Buang dari benakmu pikiran kekanak kanakan, seperti keinginan mendapat jodoh secantik atau setampan selebritis. Sebab, cinta dan pernikahan meiliki criteria tersendiri.

    9.   Beranilah dihadapan dirimu sendiri dan orang lain. Semakin tua umurmu, peluang menikah semakin kecil. Jangan sampai peluang itu lenyap. Jujurlah pada orang lain dalam masalah kondisi dan kemampuanmu sejak awal. Dan realistislah dalam memilih.

    10. Yang terakhir, jujurlah pada dirimu sendiri. Bertanyalah pada diri sendiri, apakah aku mencari pasangan hidup karena aku membutuhkannya pada fase ini atau karena aku ingin menyenangkan orang disekitarku dan melengkapi status sosialku.(berbagai sumber) (gambar:internet)

    Jumat, 07 Januari 2011

    Sifat-sifat pasangan ideal laki-laki dan wanita.

    SuryaPost.com - Setiap orang berhak memilih calon pasangannya sendiri. Bagaiman sikap, tingkah laku dan perangainya dalam kehidupan sehari hari juga berperan penting dalam menentukan criteria calon pasangan masing-masing, yang penting sesuai dengan hati. Namun jangan beranggapan mentang-mentang masih lajang kita justru menghabiskan waktu untuk mencari pasangan hidup yang sesuai dengan keinginan kita, gonta ganti pasangan, putus-nyambung dengan pasangan. Karena itu hanya kan menambah penderitaan orang yang telah engkau sakiti hatinya.
    Nah berikut ini mungkin bisa jadi gambaran sifat-sifat pasangan yang ideal.
    1.       Sifat laki-laki yang paling disukai wanita :
    -          Baik hati
    -          Sukses dan kaya
    -          Mulia
    -          Berani membela pendapat dan bertindak
    -          Berwatak tenang, namun bisa marah pada saatnya
    -          Cerdas, pintar dan berkepribadian yang kuat
    -          Bertubuh lebih tinggi darinya.
    -          Menghormati dan menghargai wanita, serta bersimpati dengan masalah-masalahnya.
    -          Yang terakhir Tidak Gemuk.
    -          Tampan dan bertanggung jawab.
    2.       Sifat perempuan yang paling disukai laki-laki :
    -          Solehah/ Taat beribadah
    -          Berakhlak mulia
    -          Dari keturunan orang baik baik.
    -          Perawan
    -          Cantik
    -          Berpendidikan, cerdas dan pandai mengurus rumah tangga
    -          Subur
    -          Berwawasan luas
    Itulah sifat-sifat yang bisa di jadikan acuan dalam memilih calon pasangan yang ideal, mungkin tidak semua bisa kita dapatkan sifat-sifat yang lengkap seperti itu. Karena pepatah lama mengatakan tidak ada gading yang tak retak. Maka dari itu yang penting dalam memilh jodoh adalah tetap berlandaskan agama yang kuat. Jika kuat agama seseorang maka kuatlah kepribadiannya, tetapi jika lemah agama seseorang maka lemahlah juga kepribadiannya. Semua itu terlepas kepada anda, gunakan kesempatan sebelum menikah untuk memilih jodoh yang sesuai dengan criteria anda, yang dapat membawa anda menjalani kehidupan di dunia dan akhirat yang bahagia, sakinah, mawaddah warrahmah. Amiinnn.(gambar:Internet)

    Kamis, 06 Januari 2011

    Kaum perempuan lebih butuh kepada pernikahan

    SuryaPost.com - Semua orang baik laki laki maupun perempuan memang membutuhkan yang namanya pernikahan, karena pernikahan itu merupakan gerbang bagi suami istri untuk menuju kehidupan yang baru, kehidupan yang penuh dengan dinamika kehidupan. Akan tetapi karena alasan tertentu pernikahan menjadi lebih urgen  bagi perempuan, diantaranya :
    1.   Perioritas pemuda muslim adalah bekerja dan menikah, sedangkan prioritas gadis muslimah adalah menikah dan menjadi ibu.
    2.   Pemuda yang tidak menikah akan kehilangan banyak ketenangan dan kebahagiaan, sedangkan gadis yang tidak menikah akan kehilangan sebagian besar ketenangan dan kebahagiaannya. Dalam kehidupan sehari hari, gadis itu akan merasakan luka yang lebih mendalam daripada pemuda yang tidak menikah, baik karena aktivitasnya maupun pandangan masyarakat terhadapnya.
    3.   Citra gadis yang tidak menikah lebih mudah tercepar dari pada pemuda yang tidak menikah. Kebebasannya dalam beraktivitas, bergerak, bepergian, berekreasi dan berpakaian pun terbatas.
    4.   Anita membutuhkan pria yang melindungi dan member rasa aman.  Di masyarakat yang relative lebih aman dan liberal sekalipun, karena wanita takut keluar atau tinggal didalam rumah sendirian setelah larut malam.
    5.   Seorang peniliti membuktikan 95% wanita berfikir bahwa dirinya tidak bernilai tanpa kehadiran seorang laki-laki, dan betapapun kerasnya seorang wanita menolak kehadiran laki-laki pada akhirnya dia akan menyesal.

    Senin, 08 November 2010

    Dalil pernikahan

    “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah.Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena
    ...sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim) 

    JANJI ALLAH tentang Pernikahan : “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara
    kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN ...MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas
    (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”(An Nuur 32)

     

    “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)

     

    “Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang
    sholihah” (HR. Muslim)

     

    “Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)

     

    “Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya,mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin
    saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan
    tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab,
    ...seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk
    wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)

     

    “Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada
    hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya
    menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan
    rahasia isterinya kepada orang lain. “(HR. Muslim)

     

    “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang
    telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah.
    Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan
    pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa
    yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena
    ...sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”
    (HR. Bukhori-Muslim)

     

    “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : 1. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. 2.Budak yang menebus dirinya dari tuannya. 3. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang
    haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

     

    “Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah terus-menerus.” (HR. Bukhari)

     

    “Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu.” (HR. Bukhari)

     

    “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

     

    “Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya,jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)

     

    Dan pergauilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (Qs. an-Nisaa’: 19)

     

    “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim) (Hadits tentang mengadakan perayaan pernikahan)

     

    “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad)



    Wanita idaman lelaki

    Banyaknya wanita yang belum menemukan jodohnya, Sungguh suatu fenomena yang memprihatinkan. Pernikahan merupakan kebutuhan yang cukup mendasar, bisa dikatakan semua orang menginginkan dan merindukannya.
    Terlepas dari jumlah wanita yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan. Tak lagi dipungkiri bahwa lelaki memiliki setumpuk kriteria bagi calon wanita idamannya sebagai calon istri. Sehingga tidak jarang karena ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan aja.

    Bunga, sekedar sebutan, usianya sudah merayap pada angka 40-an tahun. berulang kali proses pernikahannya gagal. Cantik memang tidak dimilikinya, tinggi juga kurang, kekayaan pun tidak bisa diharapkan, parahnya lagi dia juga bukan tipe wanita yang rajin mengkaji ilmu agama dan akhlak. Hari-harinya dilalui dengan penuh tanda tanya, "kapankah suami akan diperolehnya?".

    Adakah Yang Menolak Istri sholeha?Dari kasus Bunga diatas, sudah selayaknya kaum muslimah menggali potensi agar meningkatkan kualitas diri. Cantik dan moleknya tubuh sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Tetapi ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. Ilmu agama yang baik dan disertai dengan penempatan diri yang bijak, akan menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita sholeha.

    Cantik, merupakan patokan utama yang umumnya jadi idaman kebanyakan orang, namun jika tidak disertai sifat kesholehan bisa berbahaya. Begitu pula dengan kepandaian atau kepintaran, akan merepotkan bila tidak disertai oleh akhlak yang baik, bisa menjadikan wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan tidak beradab, atau selalu menjadi pembangkang.

    Begitu pula yang berharta, tanpa bimbingan agama maka kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. Status sosial yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.

    Berbeda dengan Bunga, siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, sholeha lagi!?

    Inilah wanita idaman pilihan :Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memberi tuntunan dalam memilih wanita idaman yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan.

    Rasulullah SAW menggambarkan beberapa sifat seorang wanita sholeha, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.

    "Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya." (riwayat Ahmad)

    1. Taat, seorang wanita yang terbiasa taat pada orang tua maka akan mudah taat pada suami. Selama perintah suaminya adalah ma'ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.

    2. Enak Dipandang, tidak harus cantik. Mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas.

    3. Cinta dan Pasrah, seorang pria tentu mengharapkan seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya.

    4. Suka Membantu, wanita sholeha adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta'ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.

    Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, istri pertama Rasulullah SAW sekaligus ibu kita semua, merupakan teladan wanita pilihan. Beliau sumbangkan harta dan perhatiannya untuk perjuangan Rasulullah, menyantuni kerabat dan selalu menyambung silaturahmi. Akankah Anda mewarisi sifat dan perilakunya? Kalau ya, karenanyalah engkau dipilih!

    Cara menjadi Istri Sholeha

    HINDARI SIFAT2 SEBAGAI BERIKUT :

     1. Al -Anaanah: banyak keluh kesah. Yg selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dg pembelaan dan aturan yg diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.

    2. Al-Manaanah: suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam2 padanya.

    3. Al -Hunaanah:
    
    ingin pada suami yg lain atau berkenan kpd lelaki yg lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dg suami/lelaki lain. Tak redha dg suami yg ada.

    4. Al- Hudaaqah: suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

    5. Al -Hulaaqah:
    sibuk bersolek atau tidur atau santai2 dll hingga lalai dg ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dg anak2, dll.

    6. As-Salaaqah:
    banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dg telfon, SMS, internet, BBM dan macam2 cara yang lain . Yg jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dg kata2nya yg menyakitkan.

    (http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/rince-ciran/cara-menjadi-istri-sholeha/453996405145)
    

    Minggu, 07 November 2010

    Tata Cara pernikahan dalam islam

    Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih -peny), secara singkat penulis sebutkan dan jelaskan seperlunya :
    1. Khitbah (Peminangan)
    Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq ‘alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).
    2. Aqad Nikah
    Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :
    a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
    b. Adanya Ijab Qabul.
    c. Adanya Mahar.
    d. Adanya Wali.
    e. Adanya Saksi-saksi.
    Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.
    3. Walimah
    Walimatul ‘urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya
    diundang orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.
    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
      “Artinya : Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).
    Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
      “Artinya : Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa”. (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa’id Al-Khudri).(koswara.wordpress.com)

    Tujuan Perkawinan dalam islam

    1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi
    Di tulisan terdahulu [bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
    2. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur
    Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efefktif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
      “Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
    3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang IslamiDalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut :
      “Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim”. (Al-Baqarah : 229).
    Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas :
      “Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui “. (Al-Baqarah : 230).
    Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal :
    a. Harus Kafa’ah
    b. Shalihah a. Kafa’ah Menurut Konsep Islam
    Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.
    Menurut Islam, Kafa’ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq seseorang, bukan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya (Al-Hujuraat : 13).
      “Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujuraat : 13).
    Dan mereka tetap sekufu’ dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
      “Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. (Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175).
    b. Memilih Yang Shalihah
    Orang yang mau nikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih.
    Menurut Al-Qur’an wanita yang shalihah ialah :
      “Artinya : Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisaa : 34).
    Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah :
      “Ta’at kepada Allah, Ta’at kepada Rasul, Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32), Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta’at kepada kedua Orang Tua dalam kebaikan, Ta’at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan lain sebagainya”.
    Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat. 4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah
    Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah).
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
      “Artinya : Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? Jawab para shahabat :”Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala !”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa’i dengan sanad yang Shahih).
    5. Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman :
      “Artinya : Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72).
    Dan yang terpenting lagi dalam perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah.Tentunya keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Kita sebutkan demikian karena banyak “Lembaga Pendidikan Islam”, tetapi isi dan caranya tidak Islami. Sehingga banyak kita lihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami, diakibatkan karena pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.
    Tentang tujuan perkawinan dalam Islam, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.(koswara.wordpress.com)

    Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan

    Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya.
    Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.
    Firman Allah Ta’ala.
      “Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum : 30).
    A. Islam Menganjurkan NikahIslam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
      “Artinya : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).
    B. Islam Tidak Menyukai MembujangRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan beliau bersabda :
      “Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).
    Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya …. Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda :
      “Artinya : Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
    Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf : “Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab”.Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.
    Jadi orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Allah.
    Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta’ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah, misalnya ia berkata : “Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!”.
    Perkataan ini adalah perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah memerintahkan untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya:
      “Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.(An-Nur : 32).
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya :
      “Artinya : Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu).
    Para Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang, serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu pernah berkata : “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan”. (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul ‘Arus hal. 20).(koswara.wordpress.com)

    Memahami Hakikat Pernikahan

    Di sunting dari milis tetangga:

    Apa pendapatmu tentang perkawinan nak? Mungkin kau berpikir bahwa kau harus menikah karena semua temanmu sudah menikah. Tapi apa sebenarnya perkawinan itu? Perkawinan hendaknya kau pandang sebagai suatu komitmen yang sungguh-sungguh. Si A menikah, si B pun menikah dan si C juga menikah. Tapi mengapa pernikahan itu terkesan berbeda, padahal mereka sama-sama menikah. Inilah jawabannya nak. Pada hakekatnya walaupun perkawinan itu sama, akan tetapi tidak memiliki keberhasilan yang sama, hal ini tak lain disebabkan oleh tujuan, definisi dan pemahaman dari seseorang untuk menikah.
    Anak, Ada orang yang menikah dengan alasan ekonomi, maka tujuan dari perkawinan tersebut adalah atas dasar ekonomi. Maka kau bisa melihat orang yang ekononomic oriented ini, selama sang suami atau pasangannya masih bisa memenuhi seluruh kebutuhan ekonominya, maka perkawinan itu akan berjalan lancar. Tapi kalau tidak seperti yang diharapkan maka akan berlaku pepatah, “ada uang abang jadi yayang, kalau tak ada uang selamat tinggal ya, sayang.”

    Ada juga orang yang menikah karena takut tidak menikah, akhirnya tanpa pandang bulu dia akan menerima siapa saja laki-laki yang pertama kali datang melamarnya, akhir dari perkawinan ini biasanya berakhir dalam kekecewaan yang berkepanjangan, karena banyak hal-hal yang tidak terduga terdapat dalam sebuah perkawinan. Perkawinan itu ibarat belantara yang belum pernah dimasuki nak, kau harus mengenal karakter dan watak dari calon pasanganmu tersebut sebelum kau memulai hidup dengannya. Bagaimana kau bisa mengetahui baik atau jelek watak seseorang, sementara kau tidak mengetahui apapun tentang dia yang datang melamarmu, bagaimana sikapnya terhadap keluarganya, siapa yang merekomendasikannya dan lainnya yang memberikan gambaran jelas tentang calon pasanganmu tersebut.

    Dan jangan sekali-kali kau menikahi seseorang karena kasihan, nak. Karena pernikahan yang didasarkan atas dasar kasihan tak akan bertahan lama. Kau akan menyimpan perasaan tak puas, karena sebenarnya apa yang kau harapkan pada pasanganmu tersebut tak kau dapat kan, bahkan amat bertentangan dengan apa yang dulu kau idam-idamkan. Maka perkawinan ini akan rapuh dan sangat rapuh nak. Maka hati-hatilah kau dari menikahi seseorang karena kau kasihan kepadanya, kecuali jika kau merasa yakin jika suatu saat bisa mencintainya.
    Banyak juga orang yang menikah atas dasar agama, nak. Ini adalah sebaik-baik perkawinan. Tapi ini sulit anakku, sulit karena komitmen terhadap agama ini, adalah kau siap dengan apapun resiko yang harus kau hadapi. Kau harus siap berhadapan dengan keluargamu, tetangga dan orang tidak sepaham denganmu Kau harus siap miskin, harus siap dicemooh dan harus siap dengan pemecatan dan kesempitan rezeki karena banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang bertentangan dengan apa kalian harapkan dari hidupmu. Maka ayah akan menjadi pendukungmu nomor satu, nak. Apapun usaha yang akan kau lakukan untuk mendapatkan dia yang telah bersedia hidup bersamamu untuk menempuh bahtera rumah tangga demi untuk melengkapi syariat agama ini, ayah akan berusaha dengan seluruh kemampuan ayah untuk membantumu, nak. Jika saat itu tiba dan ayah masih bersamamu.
    Anakku, walaupun pada dasarnya perkawinan itu pada pengertian tertentu adalah daya tarik alami antara seorang pria dan wanita, akan tetapi ikatannyalah yang menentukan. Perkawinan bukanlah suatu program yang terdapat dalam komputer, ia bukanlah suatu yang terjadi secara otomatis. Tapi ia adalah suatu yang harus dipikirkan, diperjuangkan dan dilaksanakan secara matang.

    Ganjaran dari mereka yang tidak memikirkan pernikahan dengan seksama, yang tidak memandangnya sebagai komitmen yang sungguh-sungguh sebagai suatu bagian dari hidupnya adalah perceraian, emosi yang tercabik-cabik dan acapkali pula terkurasnya keuangan. Dan yang lebih parah lagi dari perkawinan itu adalah bila membuahkan anak-anak. Maka dari perkawinan yang gagal ini bukan hanya merusak kehidupanmu dan wanita yang telah kamu nikahi akan tetapi kau juga merusak kehidupan orang lain, orang yang telah diamanahkan Allah kepadamu. Hancurnya perkawinan jelas akan menimbulkan luka yang membekas bagi anak-anakmu.
    Sekarang apa yang kau harapkan dari perkawinan? Ketenangan, kebahagiaan, harta, harga diri, kemuliaan, cinta atau semuanya. Banyak alasan seseorang untuk menikah, nak. Dan banyak pula alasan untuk bercerai. Tapi untuk menghindari perceraian itu maka kau harus membuat suatu komitmen dengan calon pasanganmu sebelum kalian memasuki gerbang pernikahan. Karena dengan komitmen inilah kalian akan menentukan arah perkawinan kalian. Dan dengan komitmen ini pulalah kalian akan mengakhirinya.
    Menurutmu karakter yang bagaimana yang kau harapkan dari istrimu? Mungkin kau bingung seperti apa istri yang kau idam-idamkan, baiklah kiranya kau baca nasehat ayah ini nak.

    Pilihlah wanita yang mempunyai pribadi yang hangat dan menyenangkan, amatilah apakah ia mempunyai kecenderungan yang kejam dan pencemburu, sebab dikemudian hari sifat seperti ini bisa menjadi malapetaka. Sifat menggunjingkan orang perlu dielakkan, sifat tamak perlu dihindari seperti kau menghindari wabah.
    Karena sebagian besar waktumu akan kau habiskan untuk memandang istrimu, maka ayah harap ia juga memiliki paras yang lumayan. Walaupun kata orang bahwa kecantikan itu hanya sebatas kulit. Tapi alangkah menyenangkan kalau ketika kau bangun tidur dengan seorang wanita cantik disampingmu, apalagi bila dibarengi dengan akhlaknya yang juga cantik.

    Tapi demi kebaikan-mu yang lebih penting lagi hendaknya wanita yang hendak kau nikahi tersebut adalah wanita yang bijaksana, tegar, penuh pengertian dan jujur. Bahwa ia baik dan pemurah, yang menaruh perhatian terhadap kepada hal-hal seperti nilai-nilai dan tata cara berpikir dan berakhlak islami, serta bisa pula apabila bicara menyangkut pembicaraan- pembicaraan yang menarik. Dan bahwa ia peka terhadap kesenangan dan kemarahanmu. Tapi diatas segalanya, sebagai teman hidup, saya berharap ia mempunyai kapasitas untuk saling memberi dan menerima denganmu.
    Anakku, jangan melihat wanita hanya karena wajah dan kelincahannya saja. Agar perkawinanmu langgeng, maka hendaklah kau mencari wanita dengan kualitas yang langgeng pula seperti intelegensia dan integritas, sesuatu yang kadang disebut kelas.
    Jika perkawinanmu itu adalah perkawinan yang baik. Maka ia akan bisa mengangkatmu ke puncak prestasi lebih dari seperti yang engkau bayangkan. Tak ada yang lebih berat daripada menyesuaikan diri dengan semangat seorang isteri yang baik, yang mencoba mengangkat harkat dan martabat suaminya di dunia ini.

    Perlu juga dipertimbangkan apakah ia isteri yang pandai memasak (wah, banyak juga akhwat yang mereka sangat aktif berdakwah tapi ternyata tidak pandai mengurus dapur), gesit (tidak pemalas), bersih (kau tidak perlu merasa harus tiap hari menutup hidung karena ia malas mandi atau bersin-bersin karena rumah yang jarang dibersihkan) , rajin, penuh humor (oh, ini adalah bonus). Tapi walaupun ia cukup cerdas, berkepribadian dan peka, tapi kau harus menyadari bahwa seseorang takkan bisa memiliki segala-galanya, karena itu bersiap jugalah untuk menerima beberapa kekurangan kecil.
    Pikirkanlah baik-baik apa yang kau inginkan, yang kau kagumi dan yang kau hargai dengan calon pasangan hidupmu ini. Kemudian carilah dia. Ada peribahasa mengatakan,” Bukalah matamu lebar-lebar sebelum kawin dan tutuplah rapat-rapat setelah kawin.”
    Kadang-kadang dalam pencarianmu itu kau berjumpa dengan permata yang langka, maka camkanlah,” Wanita yang baik tidak akan pernah kita dapatkan dalam keadaan mabuk kepayang.”

    Maka carilah wanita dengan menggunakan kepala dan hati. Adalah pertanda yang tidak baik apabila kau hanya memakai salah satunya, yang terakhir jika kau pakai secara berlebihan, maka kau akan bisa terperdaya. Tanda-tandanya adalah, bila kau tak mampu berkata-kata, menumpahkan minuman, menabrak sesuatu, lidahmu terasa kelu saat berjumpa dengannya dan dengan konyol kau kehilangan selera makan. Karena itu kendalikanlah hati dan perasaanmu, paling tidak sampai kau mengetahui bagaimana penerimaannya terhadapmu.
    Anakku, Wanita menyenangi pria yang penuh pengertian. Camkanlah itu. Terutama apabila kau telah menemukan pasangan hidupmu. Begitu kau telah membuat simpul, ayah sarankan agar kau membagi waktu antara keluarga dan kerja. Terlalu banyak memberikan waktu kepada salah satu aspek tidaklah sehat. Karena semua amal yang kau kerjakan apabila ikhlas karena Allah adalah ibadah, maka luruskan pula niatmu. (digubah dari buku …SURAT SEORANG PENGUSAHA KEPADA ANAKNYA) from: Bede

    Sabtu, 06 November 2010

    MENUJU WALIMATUL USRY

    " DAN SEGALA SESUATU KAMI CIPTAKAN BERPASANG-PASANGAN AGAR KALIAN INGAT KEBESARAN ALLAH ."

    MENIKAH

    Ayat diatas menegaskan, bahwa semua makhul hidup memiliki kodrat berpasang-pansangan. Diadalam kehidupan manusia , pernikahan adalah sebagai satu-satunya untuk menjalani hidup berpasangan yang dibenarkan oleh Agama Islam. Oleh karena itu dengan menikah manusia dapat memelihara statusnya sebagai makhluk yang mulia dalam menyalurkan kebutuhan biologisnya, selain itu menikah juga merupakan cara yang terbaik untuk menghindari perbuatan maksiat dan fitnah. Serta demi berlangsungnya berkembang biaknya manusia itu sendiri.


    ALLAH SWT BERFIRMAN :

    ." hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan menjadikan istri dari padanya dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan pria dan wanita ." [QS An-Nisa: 1]



    Dengan pernikahan maka akan terpeliharanya martabat antara pria dan wanita untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin . Serta dengan pernikahan juga akan berkurangnya kemungkaran, sedang kebaikan dan keberkahan akan meningkat . Allah menjadikan pernikahan sebagai hal yang utama, bahkan merupakan sunnah Nabi.


    Syarat-syarat untuk menikah

    1. Sudah dewasa

    2 Siap lahir dan batinnya

    3 Mempunyai penghasilan [sudah bekerja]

    RASULULLAH SAW BERSABDA :

    ." Waahai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang mampu, hendaklah menikah. Sesungguhnya menikah itu dapat akan dapat memejamkan pandangan dan memelihara kemaluan dari perbuatan keji. Barang siapa yang tidak mampu, supaya ia berpuasa sebab ia akan dapat mengurangi syahwat ." [HR Bukhari]



    MEMINANG/MELAMAR

    Pengertian meminang adalah pernyataan seorang pria untuk meminta kesediaan menikah dengannya.



    AKAD NIKAH

    Akad nikah adalah untuk menciptakan suatu ikatan [ pernikahan] lahir batin seorang pria dan wanita sebagai suami istri sesuai dengan sayrat dan rukun yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah untuk membangun keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahma yang sesuai dengan syariat Islam.

    ALLAH SWT BERFIRMAN :

    ." Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-nya adalah menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, serta dijadikan-Nya diantaramu kasih sayang. Sesungguhnya demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir ." [QS Ar-Rum: 21]



    MAS KAMIN /MAHAR

    Mas kawin adalah suatu pemberian seorang pria kepada wanita yang dinikahinya. Pemberian itu bisa berupa uang atau barang seperti Al-qur'an, seperangkat alat sholat atau sesuai dengan kesepakatan bersama.

    ALLAH SWT BERFIRMAN :

    ." Berikanlah mas kawin [mahar] kepada wanita [yang kamu nikahi] sebagai pemberian penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepadamu sebagian mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah [ambillah] pemberian itu [sebagai makanan] yang sedap lagi baik ." [QS An-Nisa:4]

    Jumlah mas kawin tergantung dari kemampuan calon suami dan atas persetujuan istri. Hendaklah tidak berlebihan , hal ini tersirat dalam sebuah hadist dari Jabir, sesungguhnya :

    RASULULLAH SAW BERSABDA :

    ." Klau sekiranya seorang pria memberi makanan sepenuh kedua tangannya saja untuk mas kawin seorang wanita. sesungguhnya wanita itu halal baginya ." [HR Ahmad dan abu Daud]



    PERSIAPAN WALIMAH

    Walimatul 'usry [walimah pengantin], maksudnya pesta pernikahan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah swt setelah berlangsungnya akad nikah. Hukum walimah ini sunnah muakad, maka pelaksanaannya hendaklah sebatas kemapuan dan tidak memaksakan diri sampai harus berhutang kesana kemari. Selain memneratkan, dari pada uang dihambur-hamburkan untuk pesta, lebih bermanfaat digunakan bagi keperluan stelah menikah dan sebagai modal untuk memulai hidup baru setelah menikah.

    BEBERAPA HADIST YANG MENERANGKAN MASALAH WALIMAH

    1 Anas bin malik ra berkata :

    ." Aku tidak melihat rasulullah saw membuat walimah untuk istri-istri beliau seperti walimah yang diselenggarakan untuk istri yang bernama Zainab. Beliau waktu itu memotong seekor kambing ." [HR Muslim]

    2 Shafiyah binti Syaibah ra berkata :

    ." rasulullah telah membuat walimah itu untuk sebagian istri-istri beliau dengan dua mud [ 1mid=6ons] dari syair [tepung jagung] ." [HR Bukhari]

    3 ." Sejelek-jeleknya jamuan adalah jamuan walimah dimana yang diundang hanya orang-orang kaya dan orang-orang miskin dilupakan. Barang siapa tidak mendatangi undangan yang tidak seperti itu, maka berarti ia mendurhakai Allah dan rasul-Nya ." [HR Muslim]



    ANGGARAN BIAYA UNTUK WALIMAH

    1 GEDUNG

    Untuk biaya sewa gedung mulai dari 3 jt [tidak terbatas]

    Pelaminan 8 jt [tidak terbatas]

    Perias 5 jt [tidak terbatas]

    Untuk perias biasanya sudah termasuk Rias, baju pengantin. orang tua, keluarga. penerima tamu



    2 ANGGARAN BIAYA UNTUK ACARA DIRUMAH

    Untuk 100 orang

    Tenda 6X6X2 X 30.00 = 2.160.000

    kursi 100x75.000 = 750.00

    Catering 23.500X100 = 2.350

    Decorasi 3.000.000 [tak terbatas]

    Dokumentasi 5jt [tak terbatas]



    3 SYARAT SYARAT YANG DIPERLUKAN

    Surat RT/Rw Surat keterangan untuk menikah

    Kekelurahan/Kecanatan/KUA

    Foto 3X4 5 lembar



    Para sahabatku tersayang semua tentang biaya ini hanya sekedar bayangan , sebagai masukan bagi para sahabat, dan semua tergantung bagaimana kita dalam memilih nama yg terbaik bagi terselenggarnya walimah tsb. Dan semoga bisa menjadikan manfaat . . . Salam Bahagia . . . Salam Ta'aruf . . .

    Jumat, 01 Januari 2010

    Tentang sebuah pernikahan

    Banyak orang yang tidak di izinkan membangun gedung, tanpa terlebih dahulu menyandang gelar sarjana teknik. Namu, tidak jarang kita merekomendasikan siapa saja, laki-laki atau wanita, untuk membangun mahligai rumah tangga, tanpa mempertanyakan dan memastikan terlebih dahulu kadar kapabilitas dan reponsibilitas yang dia sandang. Padahal, kehidupan yang didasari pengetahuan, jelas berbeda dengan kehidupan yang dilakoni atas dasar coba-coba. Juga, tikda sedikit yang nekat menikah hanya bermodalkan cinta buta, padahal mata cinta tak kuasa menembus lapisan kepribadian, matanya selalu terhijab menyorot kekurangan orang yang sedang menguasai dan menggetarkan perasaanya, hanya senandung kemerduan yang selalu terngiang-ngiang dalam gendang telinganya, hanya aroma semerbak yang dihiup oleh hidungnya dan hanya akumulasi kerinduan yang meliputi perasaanya.

    Padahal yang terpenting bukanlah pernikahan itu sendiri. Tapi , apakah kebahagiaan akan akrab menemani hari-hari pasangan suami istrik paska pernikahan? Atau, apakah pikiran dan perasaan kedua pihak, selalu bertemu pada titik pertengahan. Terhadap aneka problem yang mendinamisasi kehidupan berumah tangga? Lalu, apakah keduanya bakal merengkuh ketenangan dan kebahagiaan atau justru mendapatkan kekacauan dalam sangkar kesengsaraan? Apakah kemesraan dan keromantisan yang dirasakan pada awal-awal pernikahan akan selalu langgeng atau justru semakin mengerucut “bahkan sirna” seiring berlalunya rentang waktu dan semakin menuanya usia rumah tangga?

    Pernikahan merupakan persenyawaan antar cinta dan kasih sayang, perpaduan emosional yang tidak sama, serta peleburan antara dua keinginan yang berbeda.

    Mudah-mudahan artikel yang di ambil dari berbagai sumber ini dapat menjadi rujukan instan bagi kita semua, khususnya kepada mereka yang hendak mengarungi dalamnya samudera pernikahan, agar tidak terhanyut dan terhempas oleh ombak derita, sehingga impian untuk berlabuh dengan selamat di dermaga sakinah dan mawaddah akan menjelma, dari hanya sekedar mimpi yang naïf menjadi kenyataan hidup yang kasat mata.
    Artikel ini dipersembahkan buat muda-mudi yang ingin mengarungi bahtera rumah tangga dengan berbekal kesadaran rasional dan spiritual, untuk muda-muda muslim yang berjuang menjaga kehormatan di zaman yang serba hedonis dan permisif, untuk muda-mudi yang teguh pendirian dan menuntut dirinya untuk membahagiakan semua anggota keluarganya, untuk muda mudi yang dilanda kebingungan dan mencari-cari kebahagian rumah tangga di zaman yang penuh dengan perubahan yang semua serba mementingkan modernisasi dan dalam rangka memfilter masuknya budaya barat kedalam jiwa kita. Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua. Silahkan pilih artikel terkait dibawah ini yang berhubungan dengan pernikahan.