Tampilkan postingan dengan label Syiar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiar Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2019

Jika Semua Keadilan Telah Terpenuhi di Dunia, Lalu Dengan Cara Apa Engkau Merindukan Negri Akhirat


Ingatlah Kisah Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, Wahai Orang2 Mukmin.
Allah Ta‘ala berfirman,
وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ
“Sesungguhnya aku (mengakui) telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tdk mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan & dia akan termasuk golongan orang2 yg hina.”
Kutipan dari ayat ke 32 Surat Yusuf di atas adlh pengakuan seorang perempuan yg telah menggoda Nabi Yusuf utk melakukan hal tak terpuji, namun tidak berhasil.
Tetapi faktanya di meja pengadilan Nabi Yusuf tetap dinyatakan bersalah, dan beliau dijebloskan ke dlm penjara. Padahal saksi sudah sangat jelas. Bukti pun sudah diperlihatkan, berupa gamis sang Nabi yang terkoyak di bagian belakang.
Rupanya saksi & bukti tak ada gunanya jika mahkamah kerajaan telah dikuasai oleh pihak-pihak yang sejak semula memang ingin memenjarakan Nabi Yusuf.
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ
“Yusuf berkata, ‘Wahai Rabb-ku, penjara lebih aku sukai dari pada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari kecurangan mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang2 yg bodoh.”
Ayat berikutnya lantas menggambarkan bahwa Nabi Yusuf sejatinya telah mengetahui bagaimana ia dicurangi sedemikian rupa, namun beliau tetap ridha dgn takdir Allah.
Bukan hanya perempuan itu & Nabi Yusuf yg tahu tentang kejadian sebenarnya, dalam kitab Tafsir Jalalain jg disebut bahkan penduduk satu negeri pun telah sama2 menjadikan tragedi tersebut sebagai bahan perbincangan mereka.
Tetap saja, kendali berada di pihak yg curang. Nafsu telah membutakan mata mereka, kekuasaan telah membekukan hati mereka. Maka Nabi Yusuf pun pasrah dengan keputusan tidak adil yg ia terima.
Dari kisah ini kita belajar, bahwa tidak selamanya Allah memenangkan kebenaran. Terkadang Allah memberi pendidikan pada hamba-Nya yang shalih, bahwa dunia ini ada kalanya tidak adil.
Sehingga hamba-Nya semakin rindu akan negeri akhirat, negeri perjumpaan dengan Rabb mereka, negeri di mana keadilan akan tegak dengan kokoh di sana.
Jika semua keadilan telah terpenuhi di dunia, lalu dengan cara apa engkau merindukan negeri akhirat wahai orang-orang mukmin?
Mari kita lanjutkan kembali kisah sang Nabi yang mulia tersebut. Bahwa setelah beliau menerima kekalahan, merasakan penjara, justru semakin terasah kecerdasannya. Ayat ke-37 menguraikan dengan cermat perihal ini.
Kekalahan yang diterimanya, juga menyebabkan semakin tinggi derajatnya di sisi Allah. Bahkan semakin banyak pengalaman yang ia dapatkan setelah itu, yang menyebabkan beliau pun siap mengayomi penduduk Mesir dengan bijaksana.
Rupanya Allah memenangkan kecurangan pada mahkamah Nabi Yusuf, karena Allah Maha Tahu belum waktunya hamba-Nya itu memimpin negeri. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui kadar kesiapan masing-masing hamba.
Aduhai, betapa banyaknya kebijaksanaan yang Allah sembunyikan dalam suatu keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Mari renungkan kembali ayat-ayat Allah dengan keimanan, bahwa pengawasan Allah sesungguhnya tak akan luput terhadap kaum yang jujur maupun kaum yang zalim.
Tugas kita adalah berjuang sebagai bentuk ikhtiar, berdoa, dan selanjutnya mengikuti jejak para Nabi dalam ridha terhadap setiap takdir-Nya, yaitu TAWAKKAL.
Tetaplah bersemangat di jalan dakwah, perjuangan masih sangat panjang, wahai orang-orang mukmin.!
Salam Ukhuwah 
Baarakallah Fiikum 

Senin, 24 Desember 2018

Program sedekah 1000 pasang sendal masjid (update : 24 des 2018)

Alhamdulillah, ide untuk sedekah sendal mesjid dan mushola yang tercetus beberapa waktu yang lalu mendapatkan tanggapan yang cukup baik dari semua sahabat-sahabat saya, baik yang kenal secara langsung maupun yang hanya kenal via facebook. Dari sekitar tanggal 15 Desember 2018 sampai dengan artikel ini ditulis, sudah 951 pasang sendal yang terkumpul.


Kenapa sendal mesjid?


Sederhana saja sih, saya pernah dengar ceramah ustad disuatu mesjid, kalau kita harus berlomba lomba bersedekah atau berinfaq. dan yang paling bagus adalah sedekah jariyah, yaitu sebuah sedekah atau infaq yang pahalanya akan terus mengalir, selama apa yang kita sedekahkan itu terus dimanfaatkan dengan baik oleh orang yang menggunakannya dijalan kebaikan. Ustad tersebut (yang lupa namanya) mencontohkan yang paling mudah kita lakukan yaitu sedekah sendal mesjid, sedekah sarung, sedekah telkung sholat dan alquran.

nah, dalam hal ini untuk sementara saya fokusin dulu untuk sedekah sendal mesjid dan mushola, selain harganya murah, sendal mesjid ini juga sangat diperlukan untuk jemaah mesjid yang mau ambil wudhu.

nah motifnya seperti ini ya :



Nah buat teman-teman yang mau ikut program donasi sendal mesjid/mushola. boleh silahkan japri ke WA saya : 0813-7872-7220


PERLU DI PERHATIKAN

Ini adalah project sosial, 100% non profit. 1 Rupiahpun sedekah dari kawan-kawan semua dapat dipertanggung jawabkan dunia akhirat. Harga sendal yang saya tetapkan adalah Rp.7000/ pasang. Harga sudah termasuk Ongkir sampai ke Pekanbaru. sedangkan harga beli sendal dari supplier di semarang Rp.4.700/pasang (tidak termasuk ongkir). dari selisih dana yang terkumpul semuanya tetap akan dibelikan sendal hingga saldo 0 rupiah. kalaupun masih ada sisa sedikit dan tidak memungkinkan untuk dibelikan sandal, akan di infax kan ke Mesjid/Mushola. dan laporan akan selalu di update di blog ini.

LAPORAN UPDATE :

Dan berikut laporan donasi sendal masjid/mushola hingga hari ini : 24 Desember 2018 :


Pembelian Tahap 1 (20 Desember 2018) :
Harga Sendal : Rp.4.700 x 300 pasang = Rp.1.410.000 + Ongkir JNE Trucking Rp.325.000 = Rp.1.735.000  No Resi : 060100035206918 & 060100033587318

Pembelian Tahap 2 (24 Desember 2018) :
Harga Sendal : Rp.4.700 x 300 pasang = Rp.1.410.000 + Ongkir JNE Trucking Rp.325.000 = Rp.1.735.000  No Resi : .....

Jumlah sendal yang sudah dilakukan pembelian adalah 600 pasang.

Total pembelian sendal ke suplier (di Semarang) hingga saat ini : Rp.3.470.000
Sisa dana dari donatur yang sudah bayar Rp. 867.000
dan donatur yang belum melakukan pembayaran Rp.1.162.000

Kalau dilihat dari sisa dana yang ada dan donatur yang belum bayar, maka kemungkinan jumlah sendal yang bisa dibeli adalah 951 pasang. artinya ada sekitar 163 pasang sendal dari dana selisih harga.

InsyaAllah teman-teman semua, amanah ini akan saya pertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. dan saya doakan semua yang sudah menjadi donatur kegiatan sosial ini mendapatkan pahala  yang sebesar-besarnya dari Allah SWT dan terus mengalir sebagai amal jariyah insyaAllah.

Bukti Transfer pembayaran (via FLIP) orderan tahap 1 sendal mesjid/mushola


Pengiriman sendal Tahap 1 untuk mesjid dan mushola dari semarang ke Pekanbaru
Bukti Transfer pembayaran (via FLIP) orderan tahap 2 sendal mesjid/mushola
Pengiriman sendal Tahap 2 untuk mesjid dan mushola dari semarang ke Pekanbaru

Minggu, 01 April 2018

Komunitas PAZ : Langkah nyata gerakan pemuda di akhir zaman



Gaess, udah pada tau kan, kalau kita sekarang sedang hidup di periode akhir zaman, periode dimana waktu sudah semakin dekat. waktu apa? waktu yang sudah di tentukan oleh Allah SWT, tentang kehidupan dunia yang sesungguhnya sementara dan akan hilang selamanya. 

Sebenarnya kalau boleh dibilang, ngeri ya ngeri. takut ya takut. tapi mau gimana lagi, kita memang sudah hidup dizaman nya.

Maaf ya, bukannya mau menggurui, tapi kalau boleh saya kasih sedikit info, dan ini juga sebagai wasilah bagi diri saya sendiri khususnya, bahwasannya sebenarnya sudah tidak ada lagi kesempatan kita di dunia ini untuk berbuat sesuatu yang tidak disukai Allah SWT. Karena kita berada di penghujung zaman. dimana nantinya akan ada akhir cerita.

Minggu, 01 Oktober 2017

MISTERI SEBUAH ABSENSI...


Seorang guru yang masuk kelas setiap pagi mengabsen murid-muridnya, yang barisan depan ini rajin semua. Datang duluan sebelum bel berdentang, duduk rapi siap menerima ilmu dan pelajaran..

Dari 40 siswa di kelas itu, tentulah tak semuanya tertib. Ada yang badung pastinya, datangnya sering telat, duduk seenaknya, berisik selama pelajaran berlangsung, bahkan cium tangan guru pun ogah-ogahan. Sombong, merasa sudah hebat, guru hanya dianggap formalitas pelengkap sekolah. Sekolah pun hanya dianggap beban..

Ada beberapa murid yang selain rajin tepat waktu, juga sangat dekat dengan guru itu. Mereka suka hadir ke rumah guru, sekedar untuk ngobrol, belajar tambahan, sambil membawakan cemilan dan makanan untuknya..

Jika suatu saat guru itu ditanya oleh kepada sekolah, siapa murid teladan di sekolah ini.. Pasti dia menjawab murid-muridnya yang rajin dan tertib belajarnya.

Guru itu dengan mudahnya memberi nilai baik dan pujian untuk mereka.

Jika ada tawaran beasiswa, tentu murid-murid teladan itu yang diajukan namanya.

Jika ada tawaran studi banding gratis, tentu pastilah nama-nama murid teladan itu juga yang diajukannya..
Sebaliknya,

Pada murid yang bandel, badung, suka telat, tidak respek padanya, guru itupun bisa marah. Memberikan hukuman, dari mulai hardikan, jeweran, hingga pukulan ringan.

Si guru yang sayang pada muridnya tidak mau membiarkan dia makin jatuh dalam kesalahan.

Hukuman itu adalah untuk mengingatkan dia, agar mau berubah dan bisa berprestasi seperti murid lainnya.

Sudah diingatkan tapi tetap ngeyel, badung dan bandel, maka jangan harap mendapatkan pembelaan dari gurunya.

Siap-siap, seluruh angka di raport menjadi merah, bahkan bisa dikeluarkan dari sekolah.. Tinggal deh mewek sambil dadah dadah..

Kawanku..

Itu adalah sebuah logika sederhana dari seorang guru pada muridnya. Bayangkan jika Allah yang mengabsen kita, dan kita hanya cuek bebek saja..

Allah yang mengabsen?

Yess! Dialah Allah yang menciptakan kita, dan kelak pasti mematikan kita semua..

Haaaa..

Yess! 5 kali dalam sehari, wajib hukumnya.. Wajib itu adalah: jika dikerjakan mendapatkan pahala, jika ditinggal mendapatkan dosa!

Adzan berkumandang, sejak subuh hari masih gelap, hingga siang menjelang, sore datang, malam menyapa..

Allah datang mengabsen hamba-hambanya, seolah Dia berkata: "mana ini hamba-hambaKu, yang dulu hanya seonggok daging di perut ibu, Aku beri rejeki padanya hingga dia tumbuh, lahir, dewasa, apakah dia lupa?"

Berdirilah orang-orang yang konsisten absen datang tepat waktu di masjidnya. Allah kirimkan milyaran malaikat untuk mencatat dan merekamnya, juga memerintahkan malaikat-malaikat itu menjaga mereka..

Banyak kisah dari kawan-kawan saya, yang mengalami perubahan hidup setelah memperbaiki absen pada Tuhannya.

Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!

bahkan ketika tidak adzan pun dia sholat, ketika matahari mulai bangkit sholat Dhuha dilakukannya,

ketika gelap malam sholat Tahajud dikerjakannya.
Seperti murid-murid teladan yang datang ke rumah gurunya diluar pelajaran sekolah.

Mereka seperti berprinsip: kerja adalah selingan menunggu waktu shalat..

Bagaimana Allah tidak cinta pada mereka? Seluruh absensi terisi penuh dengan tertibnya, tinggal Allah membalasnya dengan kemudahan dan kelapangan hidup, ketenangan hati dan limpahan rejeki..

Kawan saya usaha perkebunannya sukses sekali, sekali panen berton-ton buah itu dikirim ke berbagai negeri.

Satu hal yang bikin saya iri, sering saya dapati sebelum adzan berbunyi mobilnya lebih dulu ada disamping masjid yang dia singgahi..

Kawan saya yang lain memberikan testimoni, ketika dulu sholat adalah hanya sisa-sisa dari waktunya, hidupnya berantakan termasuk bisnisnya.

Ketika dia membiasakan sholat di awal waktu, berjamaah di masjid, Allah seperti mengirim malaikat untuk mengawalnya.

Jadwal-jadwal pekerjaannya tersusun rapi, selesai tepat waktu, pembayaran juga tepat waktu. Karyawan yang bermasalah makin berkurang, hutang pun akhirnya tiada.

Pekerjaan jauh di luar kota yang harusnya terjadwal melompat-lompat Senen-Kamis-Sabtu, tiba-tiba dicancle oleh 3 kliennya. Mereka meminta bertemu di hari Jumat-Sabtu saja.

Padahal ketiga kliennya tidak saling kenal, tapi Allah yang mengaturkan waktunya hingga jadi ringkas dan efektif dikerjakan..

Wow! Kawan saya sampai sujud syukur mengalami kejadian-kejadian yang tak terduga.

Bagaimana dengan hamba yang badung, bandel, ngeyel, absen telat, hobi membantah, pura-pura budek, cuek bebek, sok pede bahwa dia akan hidup selamanya..

Hehe.. Yakin Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, kan itu janji Allah.. Tiap hari kita membacanya: Bismillahir Rahmanir Rahim.. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Wujud sayang Allah itu dengan "menjewer kita" agar kita kembali kepada Allah, jadi hamba yang tertib lagi.
Ada yang dijewer langsung..

Ada yang di'istijrad' dulu, dikasih harta kemewahan, kesenangan, baru deh dijewer banter banget sampai nangis aduh iyung.. aduh iyuuung..

Gampang kok ngenalin tanda-tanda kita dah dijewer Allah.. Usaha yang mulai bangkrut, ditipu orang, sering sial, kecelakaan kok datang beruntun, sakit kok gak sembuh-sembuh, hati yang selalu gelisah, pikiran yang selalu resah, dapat rejeki banyak tapi hilangnya juga banyak, anggota keluarga kita dapat musibah, kita yang terus-terusan susah, rumah tangga kayak neraka.. dan masih buanyaak lagi tanda-tandanya, kalo kita mau cukup dialog dengan hati terdalam, nanti hati itu akan jujur membenarkan..

Itulah sinyal, ketika kita hanya mengejar dunia.. Rejekinya dapat, tapi keberkahannya sirna..

Usai proses dijewer itu terjadi, Allah bakalan ngabsen lagi.. Adzan akan terus berkumandang setiap hari. Jelas banget ajakan Allah dalam panggilannya: Haiyalalfalaaaahhh.. Haiyalalfaalaaah..

"Mari menuju kemenangan! Mari menuju kemenangan!"

Kita diajak oleh Allah menjadi orang yang menang di kehidupan kita, menang melawan hawa nafsu, menang melawan semua masalah yang menghimpit hidup kita...

Caranya? Ya absen tepat waktu.. Ketika Allah sudah memanggil, ayo kita datangi, sambut panggilannya.. Rengkuh kasih sayangnya, Jangan lagi ditunda-tunda.

Pesan itu jelasss banget kok:

"Jadikan sabar dan SHOLAT sebagai penolongmu.." -QS Al Baqarah 153

Kawanku, nanti siang dan malam pasti ada panggilan absen lagi, mau ikutan mereka mendatangi atau terus acuh menghindari?

Kamu gak takut dijewer lagi?

Sumber : Saptuari
dicopas dari Facebook (hanya untuk bacaan dan koleksi pribadi)

Senin, 24 Juli 2017

Tersebar di setiap sudut kota, Peringatan akan bahaya RIBA. Bank Konvensional mulai panas

Spanduk-spanduk dan baliho ini mulai mengganggu pikiran saya, mulai membuat saya penasaran. Karena semakin banyak saja iklan dan spanduk yang bernuansa dakwah mulai terpasang rapi di setiap sudut Kota Pekanbaru ini. Ironinya ada beberapa spanduk yang mengharamkan dosa riba justru berada disebelah iklan-iklan yang melibatkan bank konvensional yang sudah jelas RIBA nya.

Buat saya sebagai warga Pekanbaru yang baik, tentunya menyambut senang adanya info-info dakwah seperti yang terpasang dalam setiap baliho dan spanduk tentang larangan riba dan lain sebagainya. Ini merupakan cara dakwah yang unik tapi bisa menjadi pusat perhatian dan akan mudah untuk masuk dalam setiap memory bagi yang melihatnya.

Bisa saja kan, ada yang berencana hendak pergi ke Bank Konvensional, yah..anggap saja mau pinjam uang. tapi setelah melihat iklan dakwah soal riba, Allah SWT memberikan hidayahnya dan membebaskannya dari dosa Riba yang teramat dasyat.

Saya sebagai warga negara Indonesia dan Kota Pekanbaru tentunya sangat memberikan apresiasi kepada pemilik Space iklan tersebut, dengan sengaja dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah sebelum akhirnya benar-benar di sewa oleh pemilik produk yang ingin pasang iklan di baleho tersebut.

Berikut dibawah ini, photo-photo yang saya rangkum dari hasil jepretan teman-teman dan sebagian saya ambil dari website dan portal berita di Riau. Semoga apa yang saya share kan bisa menjadi bahan motivasi dan pertimbangan serta Semoga Allah memberikan Hidayahnya pada kita semua, agar kita semua terbebas dari jerat RIBA yang satu-satunya dosa yang hukumannya ditantang perang oleh Allah dan Rosulnya.













Sabtu, 22 Maret 2014

Menikah dini berbahaya atau berbahagia?



Menikah, punya keluarga dan hidup bahagia adalah dambaan setiap orang, Bisa dibilang, mustahil tidak ada orang yang tidak ingin menikah dan hidup bahagia. karena menikah adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang sudah di takdirkan seperti itu. Walau pada kenyataannya masih ada saja orang-orang yang hidup tanpa memiliki keluarga, tidak mau menikah seumur hidupnya, ntah itu mungkin karena punya trauma masa lalu, atau memang suatu tugas khusus yang menuntut untuk tidak memperbolehkan seseorang menikah.

Ok, kali ini saya tidak akan membahas perihal Bagaimana itu menikah, kenapa menikah, dan lain-lain. Saya lagi pengen membahas masalah pernikahan dini. Pernahkah terlintas dipikirian Anda semua yang belum menikah ingin segera menikah meski usia masih terbilang belia?. Coba saja kita lihat, banyak orang yang berani memutuskan untuk melakukan pernikahan di usia yang masih belia. dimana seharusnya mereka masih menikmati masa masa muda, masa muda yang penuh dengan prestasi, menggapai mimpi, mewujudkan cita-cita setinggi langit. Masa muda yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendulang keberhasilan dan segudang prestasi gemilang.

Menikah muda berbahaya?

Menikah muda, itu bisa berbahaya bagi yang menjalaninya, tapi juga bisa berbahagia. Lalu menikah yang bagaimana yang bisa dikatakan berbahaya jika menjalankan pernikahan dini?. Pada umumnya pernikahan dini yang dilakukan karena keterpaksaan, (mungkin) akibat pergaulan bebas, atau alasan apapun yang membuat seseorang harus menikah secara dini, biasanya akan membuat kehidupan rumah tangganya mendatang bisa menjadi buruk. memang benar, tidak semuanya berdampak buruk, tapi..kebanyakan memberikan dampak buruk. Fisik boleh saja siap, tapi mental belum matang benar untuk siap membina bahtera rumah tangga. Karena apa? menikah itu gampang menjalaninya, tapi kehidupan setelah menikah itu yang sulit. Tidak segampang membalikkan telapak kaki, Membina rumah tangga itu harus bisa menyatukan 2 orang yang berbeda karakter, emosi yang belum di manage dengan baik. Makanya pemerintah sendiri menganjurkan untuk menikah di usia yang tepat, kira kira laki-laki berusia 26 tahun dan perempuan berusaha 25 tahun (umur ideal). dengan asumsi mereka akan lebih siap.

Sebagai contoh, Seorang siswa yang terpaksa menikah muda, karena kedapatan hamil di luar nikah, padahal umurnya baru 17 tahun. (wah ini sangat tidak boleh di tiru). karena hukum di Indonesia untuk kasus seperti ini masih terbilang (maaf) ringan. Karena sudah terjadi, ya hukumannya cuma disuruh bertanggung jawab dan menikah. Coba kalau di terapkan hukum islam, wah..setiap orang pasti bakal ketakutan jika sampai terjadi perzinahan. Yang terjadi sekarang ini, orang merasa hukuman disuruh menikah itu bukanlah hal yang sulit. bisa saja, nanti setelah menikah tidak cocok tinggal cerai, gampangkan (ini juga sungguh tidak pantas di tiru). Pernikahan dini yang terjadi karena kecelakaan 60% tidak mampu bertahan lama alias cerai, 25% bertahan tapi menderita (demi anak) alias makan hati dan sisanya bahagia (hanya 15%) (sumber: cari-cari di gugel).


Bagaimana menjadi yang 15%, menikah muda yang berbahagia?

Menikah dengan jalan yang halal tentunya, selain berkah, tanpa beban, dan tentunya menjadi ladang pahala. Ketahuilah, bahwa dalam sebuah pernikahan yang suci. apapun aktifitas yang kita lakukan dalam rumah tangga bisa menjadi pahala selama kita menjalaninya dengan ikhlas dan penuh dengan rasa syukur. Untuk itu, dari awal jika ingin menikah muda, niatkan hati setulus mungkin untuk menikah muda, menikah karena Alalh SWT, menikah karena mau beribadah. menikah karena menghindari fitnah dan kejahatan dunia. Jika sudah kenal jangan terlalu lama berpacaran, atau kalau bisa lebih bagus ta'arufan. hal yang demikian akan membuat pernikahan menjadi indah, di bangun di atas mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. dan satu lagi, kalau menikah muda itu boleh2 saja, tapi jangan terlalu muda juga kali. ini ada yang masih berumur 10 tahun sudah menikah, ini sangat tidak bagus buat mental dan fisiknya. Dan ada alasan khusus kenapa dilarang.

Nah, sobat Menikahlah dengan niat karena Allah, jangan hanya karena nafsu semata. jangan hanya karena status semata. jika dari awal niat sudah di luruskan dan tekat sudah di bulatkan. maka insyaAllah pernikahan tersebut akan siap mengarungi samudra kehidupan dimana akan menjumpai gelombang-gelombang kehidupan yang berbahaya bagi diri kita dan keluarga. Sekian dan terimakasih. jika ada yang perlu dikomentari atau ada tanggapan mengenai postingan ini, atau ada sesuatu yang perlu di curhatkan insyaAllah saya akan menjawab pertanyaan sahabat sebisa saya.

Kamis, 14 Juni 2012

Teladan Rasulullah SAW terhadap istrinya



Rasulullah SAW sangat mencintai dan lembut pada istri-istrinya. Berikut adalah contoh sikap luar biasa beliau yang harus diteladani oleh setiap suami:
  1. Rasulullah SAW tidak pernah menyusahkan istrinya. Jika pakaiannya koyak, Rasulullah SAW menampalnya sendiri tanpa menyuruh isterinya.
  2. Rasulullah SAW selalu bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarganya. Contoh: Rasulullah SAW memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
  3. Rasulullah SAW tidak segan membantu istrinya di dapur. Contoh: Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap dimasak untuk dimakan, sambil tersenyum Rasulullah SAW menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
  4. Rasulullah SAW sering memanggil istrinya dengan panggilan mesra. Contoh: Aisyah r.a. dipanggil dengan panggilan Khumaira (yang kemerah-merahan) oleh beliau.
  5. Rasulullah SAW tidak pernah mendesak istrinya menyediakan makanan. Contoh: suatu ketika, Rasulullah SAW pulang pada waktu pagi. Beliau pasti sangat lapar saat itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apapun untuk sarapan, bahkan yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka beliau bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW lantas berkata, “Jika begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit pun tergambar raut kesal di muka beliau.
  6. Rasulullah SAW sangat marah ketika melihat seorang suami sedang memukul istrinya. Contoh: suatu saat beliau melihat seseorang memukul istrinya. Beliau menegur, “Mengapa engkau memukul istrimu?” Orang itu menjawab, “Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap bandel juga, jadi aku pukul dia.” Rasulullah SAW berkata lagi, “Aku tidak menanyakan alasanmu, aku bertanya mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak-anakmu?”
  7. Rasulullah SAW tetap lembut dan santun kepada istri. Rasulullah selalu memperlakukan istrinya sangat istimewa sekalipun beliau adalah pemimpin umat Islam tertinggi, bahkan saat itu adalah pemimpin terbesar di dunia.
alhamdulillahirabbilalamin 
Referensi:
  1. http://uchihajaka.blogspot.com/2010/02/cara-rasulullah-melayani-istrinya.html
  2. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar adzan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang.”
  3. Rasulullah SAW bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Kamis, 19 Januari 2012

Peringatan agar memperbaiki diri sendiri



Dewasa ini, pada umumnya kita telah melalaikan usaha dakwah dan tabligh. Dalam diri manusia terdapat suatu penyakit khusus, yaitu seseorang yang memberikan nasihat agama, ceramah, tulisan, ta’lim dan tabligh kepada orang lain, maka yang terpikirkan olehnya adalah diri orang lain, sedangkan dirinya sendiri dia lupakan.Padahal, walaupun usaha dakwah dan tabligh itu penting, namun yang lebih penting lagi adalah memperbaiki diri sendiri. Rosulullah SAW, sering memberikan peringatan keras kepada orang yang memberikan nasihat kepada orang lain, tetapi dia melupakan dirinya sendiri yang berada dalam kemaksiatan.

Pada malam Isra Mi’raz, Rosulullah SAW, melihat sekelompok manusia yang bibirnya sedang dipotong-potong dengan gunting dari api neraka yang panas membara. Rosulullah SAW bertanya, “siapakah mereka itu?” Jibril a.s menjawab, “Mereka adalah para muballigh dari umatmu yang tidak mengamalkan ajaran yang mereka dakwahkan.”(Misykat). Sebuah hadist berbunyi, “ sebagian ahli surga akan bertanya kepada ahli neraka, “mengapa kalian berada di neraka, padahal kami telah mengikuti ajaran-ajaran kalian, sehingga kami berada di dalam surga?” Mereka menjawab, “kami tidak mengamalkan ajaran yang kami sampaikan kepada orang lain.”

Hadist lain berbunyi, “Azab Allah lebih cepat diturunkan kepada ulam yang jahat daripada orang-orang awam yang berdosa. Mereka yang mendengar hal ini sangat terkejut, lalu bertanya, “mengapa azab Allah lebih dahulu menimpa kami daripada orang-orang yang menyembah berhala?” kemudian dijawab, “Orang-orang berilmu yang berbuat maksiat tidak mungkin disamakan dengan orang dengan orang yang tidak berilmu yang berbuat maksiat”. Karena itulah pada zaman sekarang ini banyak nasihat, ceramah,majelis ta’lim, dan tulisan namun semuanya kurang berpengaruh bagi para pembaca dan pendengarnya. Allah Swt berfirman yang artinya : “Apakah kamu menyuruh orang lain agar berbuat baik, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca kitab. Apakah kamu tidak berfikir.” (Qs. Al Baqarah ayat 44). Dalam sebuah hadits Rosulullah Saw, bersabda : “ilmu itu ada dua macam; Pertama, ilmu yang hanya dalam ucapan, dan ini dibenci oleh Allah; Kedua, ilmu yang keluar dari dalam hati dan memberikan manfaat.”,

Dalam hadits diatas jelas disebutkan, jangan kamu mencari ilmu agama hanya untuk keperluan lahiriyah saja, tetapi juga yang menyangkut masalah batiniyah. Ilmu yang menyangkut masalah batiniyah akan membersihkan hati dan menerangi pikiran. Tanpa ilmu itu kita akan sulit untuk mengamalkan pengetahuan yang kita miliki,d an Allah akan menuntut kita pada hari kiamat “Apakah kamu telah mengamalkan ilmu yang kamu miliki?”. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita ingin berbagi ilmu, baik sebagai seorang penceramah, mubalig, agar dapat memperbaiki diri terlebih dahulu. Menerapkan dan mengamalkan ilmu yang di miliki terlebih dahulu. Semoga kita semua diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk memperdalam ilmu agama kita, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. (Di sadur dari kitab Fadhail Amal hal : 449)