Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

Berburu kuliner di Wisata Lombok



Pulau Lombok yang terletak di wilayah tengah Indonesia sangat terkenal sekali dengan keindahan pantainya. Hal itu membuat Lombok banyak didatangi oleh wisatawan domestik maupun asing yang ingin sekedar berwisata ataupun mencoba kuatnya gelombang pantai Lombok. Namun selain memiliki pantai yang indah, Lombok juga memiliki sajian kuliner yang tidak kalah enaknya dengan kuliner di daerah lain.

Ayam Taliwang

Ayam taliwang dapat dimasak dengan cara digoreng maupun dibakar. Rasa ayam taliwang akan semakin enak jika dimasak dengan menggunakan ayam kampung muda. Rasanya yang sangat pedas membuat makanan ini menjadi makanan paling popuer di Lombok.

Sate Rembiga

Bahan utama pembuatan sate rembiga ini adalah daging sapi. Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas membuat makanan ini terasa sangat lezat. Menurut ceritanya, sate ini dinamakan Sate Rembiga karena pada awal mulanya sate ini berasal dari Desa Rembiga.

Bebalung

Ingat dengan pindang tulang palembang? Makanan ini juga terbuat dari tulang iga sapi yang dicampur dengan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan, dimana bumbu-bumbu tersebut terdiri dari cabe rawit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, dan jahe. Dalam penyajiannya, bebalung disajikan di dalam mangkok dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Plecing Kangkung

Dari namanya saja sudah dapat dipastikan bahwa bahan utama pembuatan makanan ini adalah sayur kangkung. Plecing kangkung ini seperti lalapan, karena dalam pembuatannya, kangkung terlebih dahulu direbus. Setelah disajikan di atas piring, kangkung rebus disiram dengan sambal tomat yang terbuat dari cabe rawit, garam, terasi, dan tomat yang telah dihaluskan. Dalam penyajiannya, biasanya tauge dan kacang goreng ditambahkan di dalam plecing kangkung untuk menetralisir rasa pedas.

Sate Bulayak

Sate bulayak terdiri atas sate dan bulayak. Sate dibuat dari daging sapi yang dilumuri bumbu masak khas suku Sasak, sementara Bulayak berupa lontong yang dibungkus dengan daun aren. Sama halnya dengan sate-sate pada umumnya, sate bulayak juga dapat disantap dengan mencocol bulayak ke dalam bumbu sate yang telah disediakan.

Sate Tanjung

Jika sate rembiga terbuat dari daging sapi, maka sate tanjung terbuat dari ikan Cakalang atau ikan Langoan. Rasa sate ini sangat gurih dan pedas. Perpaduan antara rempah-rempah dan ikan yang dibakar membuat badan terasa hangat saat menyantapnya. Sate tanjung akan lebih nikmat jika disantap saat masih panas. Anda bisa memilih lontong ataupun nasi untuk melengkapi sate tanjung.

Nasi Balap Pucung

Makanan ini terbuat dari perpaduan antara nasi, suwiran daging ayam, cabe, kacang kedelai, taburan udang kering, abon, dan belut goreng. Secara tampilan, memang nasi balap pucung ini terlihat biasa saja, namun rasa pedas yang dimiliki makanan ini selalu membuat orang ketagihan. Jika anda mencicipinya, dijamin anda akan ketagihan, ingin lagi dan lagi.

Beberuk Terong

Makanan ini hampir sama dengan plecing kangkung, yaitu berupa lalapan. Hanya saja bedanya, bahan utama pembuatan makanan ini adalah terong ungu yang dipotong dadu dan tomat. Bumbu yang digunakan sebagai siraman di atasnya, berupa cabe merah keriting, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, kencur, terasi bakar, gula pasir, garam, dan minyak goreng yang telah dihaluskan. Tambahan perasan jeruk limau diatasnya membuat makanan ini terasa lebih segar. Biasanya beberuk terung ini disajikan bersama ayam taliwang.

Iwel

Iwel merupakan jajanan khas masyarakat Lombok yang terbuat dari ketan hitam dan memiliki rasa yang manis dan legit. Biasanya iwel hanya disajikan saat upacara tradisi setempat saja, namun kini iwel dapat ditemukan sehari-hari tanpa harus menunggu lebaran maupun upacara tradisi setempat.
Brembe? Apa side tertarik untuk mencoba? Mari sempatkan diri side untuk mengunjungi Lombok, menikmati keindahan pantai dan kelezatan kulinernya. Tampi aseh.

Catatan :
Brembe= Bagaimana
Side= Kamu
Tampi Aseh= Terimakasih

Senin, 12 Agustus 2013

Wisata Kuliner Palembang, nikmat dan lezat semuanya...

Jika ditanya soal Palembang, maka pasti sebagian besar orang akan mengatakan pempek, Sungai Musi, dan Jembatan Ampera. Padahal, selain dari ketiga hal itu, Palembang masih memiliki ragam hal unik lainnya. Selain pempek, masih banyak kuliner lainnya yang tidak kalah enak.


Tekwan

Tekwan Khas Palembang (gambar:diahdidi.com)

Bahan dasar pembuatan tekwan sama dengan bahan dasar pembuatan pempek. Hidangan khas Palembang ini terbuat dari ikan dan sagu, dan dibentuk dalam ukuran yang kecil-kecil dengan menggunakan tangan. Tekwan disajikan dengan menggunakan kuah dan udang yang telah dihaluskan. Biasanya tekwan dilengkapi dengan bihun, irisan timun, daun bawang, seledri, dan bawang goreng.


Kemplang

Kemplang, Khas Palembang (gambar : telusurindonesia.com)

Makanan satu ini juga berbahan dasar ikan, sama seperti adonan pembuatan pempek. Hanya saja, adonan yang telah berbentuk lenjer akan dicetak terlebih dahulu, lalu dikukus, dan dijemur. Kemplang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh dan dapat dimakan kapan saja. Masyarakat Palembang sering mencelupkannya pada cuko untuk menambah kelezatan kemplang, namun jika anda tidak terbiasa, cukup memakannya tanpa cuko, kemplang tetap terasa enak.

Mie Celor

Mie Celor khas Palembang (gambar : qraved.com)

Mie Celor mirip seperti mie rebus pada umumnya, hanya bedanya kuah yang dimiliki mie celor lebih kental dengan menggunakan santan. Bentuk mie celor mirip seperti spaghetti, lurus dan besar. Dalam penyajiannya, mie celor selalu dilengkapi dengan potongan telur rebus, udang halus, dan bawang goreng. Aroma udang sangat terasa saat menyantap makanan ini.

Model

Model, khas Palembang (gambar : ngikik.com)

Makanan ini terbuat dari campuran ikan dan tepung kanji. Sama seperti pempek dan tekwan, adonan model juga harus melalui proses perebusan. Biasanya di dalam model diisi dengan potongan tahu. Dalam penyajiannya, model dilengkapi dengan kuah panas, jamur kuping, dan bengkoang. Jika anda suka manis, anda bisa menambahkan kecap dan jika anda suka pedas, maka anda bisa menambahkan sambal cabe rawit ke dalam kuah model.


Pindang Patin

Pindang Patin (gambar:vidio.com)

Bahan dasar pembuatan makanan ini adalah daging ikan patin, rempah-rempah, dan nanas. Daging ikan patin dimasak dengan bumbu rempah dan dibuat berkuah. Rasanya sedikit pedas dengan paduan antara cabe rawit dan cabe merah. Irisan buah nanas yang ditambahkan ke dalam kuah pindang membuat rasa pindang patin ini lebih segar dan lezat. Dalam penyajiannya, pindang patin dapat disantap dengan sambal buah, yang merupakan perpaduan antara mangga muda, cabe merah, cabe rawit, terasi bakar, dan garam.

Tempoyak

Tempoyak (gambar:id.tastemade.com)

Makanan ini berbahan dasar daging durian. Tempoyak dimasak dengan cara menumis daging durian, irisan cabe merah dan bawang. Bentuk makanan ini seperti saus dan berwarna merah.


Celimpungan

Celimpungan, Khas Palembang (gambar:belipempek.net)

Sama halnya dengan pempek, makanan ini juga terbuat dari sagu dan ikan. Hanya saja, ada perbedaan pada bentuk dan kuah. Jika pempek memiliki beragam bentuk, maka celimpungan hanya berbentuk bulat. Kuah celimpungan terbuat dari santan dan bumbu rempah –rempah dan berwarna kuning oleh adanya bumbu kunyit.

Kue Maksubah

Maksuba khas Palembang (gambar:resepdanmasakan.com)

Makanan ini sangat cocok bagi anda pecinta rasa manis, karena rasanya yang enak, manis, dan legit. Dahulu, kue maksubah hanya disajikan kepada tamu kehormatan Kesultanan Palembang, namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan di hari raya seperti Idul Fitri, Natal, dan Imlek.

Kue Delapan Jam

Kua Delapan Jam (gambar:palemcake.com)

Kue ini bisa dibilang unik, karena untuk pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam dan hanya disajikan di hari-hari istimewa, seperti hari raya. Resep pembuatannya merupakan resep yang sudah diwariskan sejak dulu dan turun-temurun. Itulah mengapa resep otentik kue ini bertahan lama hingga saat ini. Hampir semua masyarakat Palembang tahu bagaimana cara membuat kue delapan jam, hanya saja karena alasan waktu pembuatan yang terlalu lama, banyak orang yang memilih untuk memesan di toko kue pada akhirnya.

Makanan-makanan di atas sangat mudah ditemukan di hampir seluruh penjuru Palembang. Bagi anda pecinta kuliner sejati, terkhusus pecinta ikan, mari datang dan nikmati sajian kuliner dari kota yang berlandmark Ampera ini.